Budaya FOMO dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Remaja

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Kamis, 4 Juni 2026 | 18:56 WIB
Farinaeka Fasira Edin , Mahasiswi UNIKA St. Paulus Ruteng , fakultas fkip, program studi ilmu pendidikan bahasa dan sastra indonesia (CM/idenusantara.com)
Farinaeka Fasira Edin , Mahasiswi UNIKA St. Paulus Ruteng , fakultas fkip, program studi ilmu pendidikan bahasa dan sastra indonesia (CM/idenusantara.com)

OPINI -- Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara remaja berinteraksi, memperoleh informasi, dan membangun hubungan sosial. Kehadiran media sosial yang semakin masif memberika berbagai kemudahan, tetapi juga muncul fenomena baru yang dikenal sebagai fear of missing out (FOMO). FOMO merupakan kondisi psikologi ketika seseorang merasa cemas karena takut tertinggal pengalam, informasi, atau aktivitas yang sedang dialami oleh orang lain.

Fenomena ini semakin sering ditemukan pada remaja karena tingginya intensitas penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Beberpa sumber menyebutkan kalau budaya FOMO juga menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi remaja di era digital. Remaja sering merasa perlu untuk sering terhubung dengan media sosial agar tidak dianggap ketinggalan zaman atau kurang mengikuti perkembangan sekitarnya. Akibatnya, mereka mengabiskan banyak waktu untuk memantau unggahan teman, mengikuti trend, dan mencari pengakuan melalui interaksi di dunia maya.

Baca Juga: Relawan Ende Baru: Kritikan terhadap Tim Transisi Tidak Lebih dari Opini Murahan.

Dampak pertama dari FOMO dan terganggunya kesehatan mental remaja

Ketika melihat kehidupan orang lain yang tampak lebih menarik, sebagian remaja cendrung membandingkan dirinya dengan orang lain. Kondisi ini dapat menimbulkan kondisi prasaan tidak percaya diri, rendah diri, hingga kecemasan yang berkepangangan. Padahal, apa yang ditampilkan di media sosial sering kali hanya sebgian kecil dari kehidupan seseorang dan tidak selalu mencerminkan kenyataan yang sebenarnya.

Budaya FOMO dapat memengaruhi prestasi akademik

Keinginan untuk terus mengikuti perkembangan media sosial membuat banyak remaja sulit berkosentrasi saat belajar. Waktu yang seharusnya digunakan untuk mengerjakan tugas atau membaca materi pelajaran justru tersita untuk membuka media sosial. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, produktivitas dan hasil belajar remaja dapat mengalami penurunan.

Dalam kehidupan sosial, FOMO juga dapat menciptakan tekanan untuk selalu mengikuti trend yang sedang populer. Tidak sedikit remaja yang merasa harus ikut dalam berbagai kegiatan atau membeli barang tertentu agar dapat diterima oleh kelompok pertemanannya. Situasi ini dapat menimbulkan tekanan sosial yang membuat remaja kehilangan kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri.

Baca Juga: Daniel Tonu, Memuliakan Demokrasi, Menakar Lebih Jauh tentang Opini Germanus Attawuwur

Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengurangi dampak negatif budaya FOMO. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kesadarn diri dalam menggunakan media sosial, membatasi waktu penggunaan gawai, serta memperkuat literasi digital. Selain itu, dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan soaial juga sangat penting untuk membantu remaja mengebangkan kontrol diri dan kesehatan psikologis yang lebih baik. 

Budaya FOMO merupakan fenomena yang semakin berkembang di kalangan remaja seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital. Meskipun media sosial memberikan banyak manfaat, penggunaan yang tidak terkendali dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan mental, prestasi akademik, dan kehidupan sosial remaja. Oleh karena itu, remaja perlu belajar menggunakan media sosial secara bijak agar dapat menikmati manfaat teknologi tanpa terjebak dalam kecemasan karena takut tertinggal dari orang lain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB
X