Pada titik ini, pertanyaan pentingnya bukan apakah serangan balik itu akan terjadi, tetapi seberapa keras dan ke mana arahnya. Jika dibiarkan tanpa kanal dialog dan mitigasi ekonomi, serangan balik ini bisa berubah menjadi krisis kepercayaan yang lebih luas.
Demokrasi mungkin tampak lebih tenang di permukaan, tetapi di bawahnya tumbuh rasa ditinggalkan, dimarjinalkan, dan dikhianati.
Sejarah politik negeri ini mengajarkan satu hal sederhana: kelompok yang kehilangan rezeki jarang menyerah dengan tenang. Mereka selalu mencari cara untuk membalas, dengan bahasa, hukum, opini, atau ekonomi. Cara yang paling mudah dan murah, setiap hari cerewet di media sosial.