opini

Keadilan Sosial di Negeri Para "Tuan": Matinya Kesetaraan di Tangan Budaya Feodal

Jumat, 9 Januari 2026 | 22:59 WIB
Keadilan Sosial di Negeri Para "Tuan" (Foto:Ilustrasi LM)

Namun, budaya feodal menciptakan "langit-langit kaca" yang tebal. Anak muda cerdas dari keluarga biasa sering kali kalah bersaing dengan mereka yang memiliki "darah biru" koneksi. Akibatnya, kita dipimpin bukan oleh putra-putri terbaik bangsa, melainkan oleh mereka yang paling pandai menjilat atau paling dekat dengan kekuasaan.

Ini diperparah oleh budaya ABS (Asal Bapak Senang). Dalam struktur feodal, kritik terhadap atasan dianggap sebagai pembangkangan. Birokrasi kita akhirnya lebih sibuk melayani ego pimpinan menyiapkan seremonial penyambutan yang megah daripada melayani kebutuhan mendesak rakyat jelata.

Menuntut Revolusi Mental, Bukan Sekadar Ganti Aturan
Hubungan antara Social Justice dan feodalisme adalah hubungan parasit. Feodalisme hidup dengan menggerogoti prinsip-prinsip kesetaraan.

Selama kita masih menempatkan pejabat publik sebagai "raja kecil" yang harus disembah bukan sebagai pelayan rakyat yang digaji oleh pajak kita maka keadilan sosial hanya akan menjadi jargon kosong di spanduk kampanye.

Baca Juga: Potensi Serangan Balik Mereka yang Kehilangan Rezeki Jika Pilkada tak Langsung

Perjuangan menegakkan #SocialJustice bukan hanya tentang menuntut kebijakan baru. Ini adalah perjuangan budaya. Kita harus berhenti bersikap sebagai "hamba" dan mulai bersikap sebagai "warga negara" yang berani menuntut hak.

Karena di negara yang benar-benar adil, tidak boleh ada "Tuan" yang kebal hukum, dan tidak boleh ada rakyat yang hidupnya bergantung pada belas kasihan penguasa.

Jika diringkas dalam satu kalimat tajam:
Feodalisme adalah sistem kekuasaan berbasis tanah dan keturunan, di mana loyalitas dipaksa oleh ketergantungan ekonomi, dan ketimpangan dilembagakan sebagai “tatanan alami.”

Artikel ini adalah opini dan analisis terhadap kondisi sosial-politik terkini.

Halaman:

Tags

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB

KERTAS TII MAMA RETI

Kamis, 5 Februari 2026 | 22:56 WIB