opini

Menguji Batas Etika dan Hukum di Balik Kendaraan SPPG Berlogo Yayasan Prabowo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 08:22 WIB
Kendaraan operasional SPPG bertuliskan "Yayasan Prabowo" (Foto:Ist LM)

​Pernyataan resmi terkait mitigasi konflik kepentingan.

​Tanpa langkah di atas, polemik tidak akan berhenti hanya pada urusan logo dan stiker kendaraan—melainkan menyentuh inti integritas pengelolaan APBN kita.

​PENUTUP

Program MBG adalah proyek sosial berskala raksasa yang menyangkut hak dasar anak-anak Indonesia. Justru karena skala dan urgensinya sangat tinggi, standar akuntabilitasnya pun harus maksimal.

​Pertanyaannya bukan lagi soal siapa yang namanya tertera pada mobil operasional. Pertanyaannya adalah: apakah batas antara kekuasaan publik dan kepentingan privat tetap terjaga secara nyata, bukan hanya secara administratif?

​Jika batas itu kabur, maka bukan hanya etika yang dikorbankan—melainkan fondasi tata kelola negara itu sendiri.(Lhyna Marlina) 

Halaman:

Tags

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB

KERTAS TII MAMA RETI

Kamis, 5 Februari 2026 | 22:56 WIB