opini

OPINI: Efek Pengganda Pariwisata

Selasa, 2 Agustus 2022 | 00:52 WIB
:Y. Sri Susilo, Dosen Prodi Ekonomi (Gambar : Y. Sri Susilo, Dosen Prodi Ekonomi)

Efek pengganda kegiatan pariwisata terhadap perekonomian dapat dilihat dari Indonesia Tourism Account (TSA) pada 2016-2019 yang diterbitkan BPS (2021). Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian dapat dilihat dari indikator Nilai Tambah Bruto Industri Pariwisata (Gross Value Added Tourism Industry/GVATI), pengaruh langsung pariwisata terhadap  Nilai Tambah (Tourism Direct Gross Valued Added/TDGVA) dan pengaruh langsung pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto/PDB (Tourism Direct Gross Domestic Product /TDGDP).

Pada 2016 hingga 2018, GVATI cenderung mengalami penurunan (BPS. 2021). Pada 2016, nilai GVATI menunjukkan nilai sebesar 7,10 persen. Sedangkan pada 2019, angka GVATI menunjukkan nilai sebesar 7,15 persen atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Selanjutnya nilai TDGVA, dari tahun 2016 hingga 2019 menunjukkan peningkatan yaitu dari 4,63% pada 2016 menjadi sebesar 4,97% pada tahun 2019. Dalam periode yang sama, TDGDP mengalami peningkatan dari 2016 dengan nilai TDGDP sebesar 4,65% meningkat menjadi 4,97% pada 2019.

Dampak aktivitas pariwisata terhadap perekonomian secara lebih detil dapat juga dilihat dari publikasi Neraca Satelit Pariwisata Nasional (Nesparnas) yang diterbitkan Badan Pusat Publikasi (BPS, 2019). Dari publikasi tersebut, dapat digunakan untuk mengukur dinamika dan skala ekonomi yang terjadi akibat kegiatan pariwisata, mata rantai sektor-sektor ekonomi terkait pariwisata, serta peranan pariwisata dalam perekonomian nasional seperti dalam pembentukan PDB, penciptaan lapangan kerja, penerimaan negara dari pajak dan retribusi, serta dalam ekspor barang dan jasa.

Agar aktivitas pariwisata lebih cepat pulih maka masyarakat harus berani untuk berwisata meskipun dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Dari sisi pelaku pariwisata menyiapkan kegiatan pariwisata yang menerapkan prinsip CHSE Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability). Dengan demikian upaya pemulihan pariwisata harus dilakukan secara simultan baik dari sisi penawaran (pelaku pariwisata) dan sisi permintaan (wisatawan).

Halaman:

Tags

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB

KERTAS TII MAMA RETI

Kamis, 5 Februari 2026 | 22:56 WIB

Gizi Anak Bukan Ruang Kompromi

Senin, 2 Februari 2026 | 05:12 WIB