pariwisata

Aktivitas Gunung Semeru Meningkat: 30 Erupsi Terjadi pada Pagi 13 Juli 2024

Minggu, 14 Juli 2024 | 07:38 WIB
Gunung Semeru, salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkaniknya. Pada pagi hari ini, tercatat sebanyak 30 kali erupsi terjadi dalam rentang waktu yang singkat. Foto: istimewa

Idenusantara - Gunung Semeru, salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkaniknya. Pada pagi hari ini, tercatat sebanyak 30 kali erupsi terjadi dalam rentang waktu yang singkat.

Aktivitas ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan penduduk sekitar dan mendorong pihak berwenang untuk meningkatkan status kewaspadaan.

Aktivitas Gunung Semeru didominasi gempa letusan atau erupsi sebanyak 30 kali pada Sabtu 13 Juli 2024 pagi. Periode erupsi gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dengan Malang, Jawa Timur, itu berlangsung pada pukul 00.00-6.00 WIB.

Baca Juga: Johni Asadoma Curhat: Tidak Ada Putra Daerah NTT yang Lulus Seleksi Akpol, Saya Merasa Sedih

Menurut laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi-erupsi tersebut sebagian besar berupa letusan abu vulkanik yang disertai dengan material piroklastik. Abu vulkanik dilaporkan menyebar ke beberapa desa di sekitar lereng gunung, mengakibatkan gangguan pernapasan dan menurunnya jarak pandang, Lumajang.

"Sejak dini hari tadi, Gunung Semeru menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan. Kami mencatat ada 30 erupsi yang terjadi dalam kurun waktu beberapa jam," ujar Kasbani, Kepala PVMBG. Ia juga menambahkan bahwa masyarakat di sekitar Gunung Semeru harus meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Baca Juga: Tempat Penadahan Motor Ilegal di Pati Jateng Terbongkar: Barang Bukti Akan Dikirim ke Kalimantan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang telah mengambil langkah-langkah cepat untuk mengantisipasi dampak dari erupsi ini. Kepala BPBD Lumajang, Agus Haryono, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan posko darurat dan melakukan evakuasi terhadap warga yang tinggal di zona merah. "Kami sudah mengevakuasi warga dari daerah yang berisiko tinggi terkena dampak langsung dari erupsi. Posko-posko pengungsian juga telah didirikan untuk memastikan keselamatan warga," jelas Agus.

Di sisi lain, erupsi ini juga berdampak pada aktivitas penerbangan di sekitar wilayah tersebut. Beberapa penerbangan dilaporkan mengalami penundaan dan pembatalan akibat sebaran abu vulkanik yang mengganggu jalur udara. Bandara terdekat, Bandara Abdul Rachman Saleh di Malang, telah meningkatkan kewaspadaan dan memantau pergerakan abu vulkanik secara ketat.

Baca Juga: Mahfud MD Klaim Lebih Unggul dari Prabowo-Gibran, Namun Rakyat Lebih Mempercayai Mereka

Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker dan menghindari aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. Pihak berwenang juga meminta warga untuk tidak mendekati radius 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Semeru untuk menghindari potensi bahaya.

Dalam situasi ini, pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan yang efektif dan cepat terhadap dampak erupsi Gunung Semeru. Mereka juga berupaya memberikan informasi yang akurat dan terbaru kepada masyarakat agar tetap tenang namun waspada.

Baca Juga: Persiapan UTS Prakarya Kelas 10 SMA/MA: Contoh Soal Essay Terbaru

Gunung Semeru, yang juga dikenal sebagai Mahameru, adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa dan telah beberapa kali mengalami erupsi besar dalam sejarahnya. Peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi pagi ini menambah panjang daftar erupsi gunung yang memiliki tinggi 3.676 meter di atas permukaan laut ini.

Halaman:

Tags

Terkini

Sejarah Danau Rana Mese di Manggarai Timur NTT

Kamis, 3 April 2025 | 18:46 WIB

Mengenal Air Terjun Terbesar di Dunia

Kamis, 3 April 2025 | 10:57 WIB