Idenusantara.com-Meskipun SDI Compang Ngeles kini mendapatkan fasilitas untuk mendukung proses belajar mengajar dari Presiden Prabowo berupa Smart TV, sekolah terpencil di Manggarai Timur itu masih menghadapi berbagai tantangan terkait infrastruktur dan akses internet.
Pihak sekolah harus berjuang agar Smart TV bisa digunakan secara optimal, karena kendaraan tidak bisa menjangkau sekolah. Perangkat tersebut harus dipikul manual hingga sampai ke lokasi sekolah.
Selain itu, sekolah juga harus mencari alternatif penyedia internet agar teknologi yang diberikan Presiden Prabowo dapat berfungsi dengan baik.
Kondisi ini menegaskan bahwa meski fasilitas telah diberikan, perjuangan SDI Compang Ngeles untuk mendapatkan sarana pembelajaran yang memadai belum sepenuhnya usai.
Baca Juga: Hadir di Panggung Nasional, Manggarai Timur Perkenalkan Expo Pendidikan Literasi
Bantuan Smart TV dari Presiden Prabowo Subianto untuk SDI Compang Ngeles di Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, justru memunculkan ironi juga fakta memprihatinkan.
Perangkat yang seharusnya mendukung proses belajar mengajar itu terpaksa dipikul bergantian oleh guru dan orang tua murid karena akses jalan menuju sekolah yang belum memadai.
Smart TV dengan berat paket LCD sekitar 56 kilogram dan 23 kilogram aksesori tambahan yang diperkirakan seharga 25 hingga 30 juta itu diangkut secara manual melewati jalan setapak berbatu sejauh kurang lebih 500 meter. Jalur tersebut kadang tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kondisi jalur menuju sekolah tampak seperti jalan setapak yang dipenuhi semak belukar yang rimbun.Saat hujan tiba jalannya kadang licin.
Kepala SDI Compang Ngeles, Viktor Nasus, mengungkapkan bahwa upaya memikul bantuan tersebut dilakukan secara gotong royong oleh para guru dan orang tua murid.
“Kami pikul dari lokasi Kampung Compang ke SDI Compang Ngeles, jaraknya kurang lebih 500 meter. Berat paket LCD 56 kg dan aksesori lain 23 kg. Kami pikul bergantian,” jelasnya.
Internet dan Infrastruktur Sangat Terbatas
SDI Compang Ngeles juga tidak memiliki jaringan internet dan fasilitas pendukung seperti komputer. Kondisi ini membuat kegiatan belajar berbasis teknologi, termasuk pelaksanaan ujian online, sangat sulit dilakukan.