pendidikan

Makna Hardiknas: Momentum Cerdaskan Bangsa, Kadis PPO Manggarai Ajak untuk Hidupkan Semangat Ki Hajar Dewantara

Jumat, 2 Mei 2025 | 20:52 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai, Wenslaus Sedan, S.Pd

Idenusantara.com - Peringatan Hari Pendidikan Nasional bukanlah sekadar seremonial tahunan yang ditandai dengan upacara bendera dan berbagai ragam lomba.

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 menjadi momen reflektif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Manggarai.

Baca Juga: Peringati Hardiknas 2025, Mendikdasmen Bicara Komitmen Pemerintah Memutus Rantai Kemiskinan Melalui Pendidikan

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadis PPO) Kabupaten Manggarai, Wenslaus Seda, saat ditemui media ini di ruangan kerjanya pada Jumat, 02 Mei 2025.

Kadis PPO itu, memaknai Hardiknas sebagai momentum untuk meneguhkan dan meningkatkan dedikasi, komitmen, dan semangat untuk memenuhi amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa.

Wenslaus Sedan mengajak seluruh tenaga pendidik untuk kembali menghidupkan semangat Ki Hajar Dewantara dalam membangun pendidikan yang berkarakter.

“Melalui momentum ini, kita membangkitkan semangat memajukan pendidikan sesuai semangat Ki Hajar Dewantara,” ungkap Kadis PPO.

"Lebih dari sekadar pengetahuan, Hardiknas kali ini menjadi ajang kontemplasi bagi para guru dan insan pendidikan. Apalagi, banyak guru di Manggarai kini mulai memahami filosofi pendidikan yang lebih dalam," ungkapnya lagi.

Baca Juga: Soal Dana PIP, Kadis PPO Manggarai Timur Akan Panggil Kepala SDI Wae Kool

Menurut Kadis PPO, pemikiran Ki Hajar Dewantara menekankan terkait pendidikan seharusnya tak hanya fokus pada pengetahuan semata, tapi juga pembentukan karakter.

“Ki Hajar Dewantara menitikberatkan pendidikan itu lebih ke karakter, bukan semata-mata tentang pengetahuan saja,” tegasnya.

Wenslaus Sedan juga berharap peringatan Hardiknas di tahun ini, dapat memacu semangat pendidikan berbasis karakter kembali menjadi jadi roh utama dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Manggarai. 

"Bukan hanya soal pintar, tapi juga soal menjadi manusia seutuhnya," tutupnya.***

Tags

Terkini