Idenusantara.com - Sebanyak 89 mahasiswa yang menjadi Delegasi dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Lampung (UNILA), mengunjungi Kementerian Sekretariat negara (Kemensetneg) pada Rabu, 14 Mei 2025.
Mahasiswa asal kampus UNILA tersebut disambut secara resmi oleh jajaran Kemensetneg yang bertempat di Ruang Rapat Lantai 4, Gedung 3 Kemensetneg.
Baca Juga: Dinas PPO Manggarai Timur Buka Peluang Beasiswa Untuk Calon Mahasiswa di Universitas Indonesia
Kunjungan dari mahasiswa UNILA juga menjadi momentum strategis bagi para mahasiswa untuk memahami secara langsung dinamika Kemensetneg dalam mendukung suksesnya program prioritas Presiden dan Wakil Presiden.
Selain itu, kunjungan mahasiswa di Kemensetneg juga untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai mekanisme kerja Kemensetneg dan ragam program prioritas pemerintah.
Hal ini, dimaksudkan agar mahasiswa UNILA memiliki kesadaran akan peran strategis mereka sebagai leader of change dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Sehingga dengan kunjungan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dalam konteks pembelajaran sekaligus penguatan jembatan komunikasi yang inklusif dan berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat.
Saat menyambut mahasiswa UNILA, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Eddy Cahyono Sugiarto, mengawali kegiatan dengan memperkenalkan peran dan fungsi strategis Kemensetneg dalam mendukung jalannya pemerintahan.
Eddy menjelaskan kepada mahasiswa UNILA tentang struktur organisasi, lingkup tugas, serta fungsi utama Kemensetneg sebagai back office Presiden, Wakil Presiden, dan Menteri Sekretaris Negara.
Ia juga menegaskan komitmen lembaga dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang efisien dan akuntabel, serta mendukung agenda prioritas nasional, termasuk visi besar menuju Indonesia Emas 2045.
“Kementerian Sekretariat Negara sebagai back office Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming memegang peran krusial dalam mengoptimalkan kinerja pemerintahan, terutama dalam memastikan kelancaran tata kelola administratif serta implementasi program-program prioritas. Saat ini, pemerintah tengah mengakselerasi pelaksanaan sejumlah program strategis, seperti program makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, penghapusan utang piutang kepada 67.000 pelaku UMKM, perbaikan kesejahteraan guru, serta stimulus ekonomi untuk mendukung pemulihan nasional,” ujar Eddy.
Lebih lanjut, Eddy menjelaskan bahwa pencapaian visi Indonesia Emas memerlukan kontribusi aktif generasi muda melalui empat pilar utama. Pertama, kesungguhan dalam belajar sebagai landasan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, kesadaran kolektif untuk membangun kemajuan bersama. Ketiga, hidup dengan passion dan tujuan yang jelas untuk mendorong inovasi dan solusi nyata. Keempat, ketangguhan mental dan semangat pantang menyerah sebagai fondasi untuk menghadapi berbagai tantangan.
Dalam sesi tanya jawab, Pranata Humas Ahli Madya Biro Humas Kemensetneg, Faisal Fahmi, turut menyampaikan pandangannya terkait peran strategis generasi muda dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Penerapan prinsip good governance tidak dapat terwujud tanpa keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui transparansi informasi, partisipasi publik, serta akuntabilitas lembaga, Kemensetneg terus mendorong terciptanya ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Kami percaya bahwa keterlibatan mahasiswa, seperti dalam kunjungan ini, merupakan bagian penting dari proses pembelajaran kebijakan publik sekaligus praktik demokrasi partisipatif,” pungkas Faisal.