Sejarah Singkat STIBA CNB
Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing Cakrawala Nusantara Borong (STIBA CNB) bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Cakrawala Nusantara Borong, NTT. Yayasan ini didirikan oleh Yohanes Rumat, S.E., Bonafantura M. Rumat, S.Sos. untuk menjawab tantangan dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan bahasa, pariwisata, perdagangan dan jurnalistik.
Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing Cakrawala Nusantara Borong yang lahir dan sebelumnya beroperasi di Kupang khususnya dan Nusa Tenggara Timur umumnya, atas dasar hasil kajian kelayakan dan studi kelayakan yang dipelopori oleh beberapa pemikir, yaitu Prof. Dr. Feliks Tans, M.Ed., Drs. Aleks Madar M.Ed., Drs. Wilhelmus Seminar, M.A., Bonafantura M. Rumat, S.Sos. dan Yohanes Rumat, S.E. Dengan bekal rekomendasi pemerintah Propinsi NTT dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur, Wali Kota Kupang dan Dinas Pendidikan Nasional Propinsi NTT, panitia pendiri STIBA CNB mengutus Yohanes Rumat, S.E. untuk mempresentasikan proposal pendirian sekolah di Jakarta dan Bandung. Atas kerja keras dan kebersamaan panitia, yang juga didukung penuh oleh pemerintah daerah, maka terhitung tanggal 12 Maret 2002 STIBA CNB dinilai sah dan layak secara hukum dan administrasi. Ini didasari oleh terbitnya SK MENDIKNAS RI No.49/D/O/2002, 12 Maret 2002 di Jakarta.
Baca Juga: Puluhan Brand Lokal Meriahkan Hari Pertama Takuju Market
Berdasarkan SK MENDIKNAS tersebut, pada tahun 2002 lalu, tepatnya bulan Mei – Agustus 2002 Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru mulai membuka pendaftaran penerimaan calon mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2002/2003.
Untuk menjaring calon mahasiswa baru, panitia tidak cuma tinggal diam. Berbagai carapun dilaksanakan untuk mensosialisasikan kehadiran STIBA CNB yang masih berlokasi di Kupang kala itu dengan program-program plusnya ke seluruh SLTA di berbagai daerah di NTT.
Kala itu, hasil kerja keras panitiapun mulai terlihat setelah mulai terdaftarnya 56 mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah, antara lain Flores, Sumba, Timor, Alor, Rote, dan bahkan Negara Timor Leste.
Program-program yang ditawarkan, selama tahun ajaran 2002/2003 kala itu, terlaksana dengan baik dan profesional berkat kerja sama semua pihak. Hasil dari kerja sama semua pihak tersebut, maka pada tanggal 15 Desember 2006 telah dilaksanakan wisuda perdana D-3 dan S-1 Sastra Inggris. Para lulusan ini telah bekerja atau terserap 95% di berbagai sektor.