Sementara itu, calon wakil ketua, Toni Hardi, menjelaskan tujuan utama pencalonan keduanya.
Ia mengungkapkan, keduanya ingin menjadikan BEM sebagai rumah bersama bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang, membangun budaya organisasi yang dialogis, progresif, dan relevan, serta mewujudkan program kerja yang solutif, berkelanjutan, dan menyentuh langsung kebutuhan mahasiswa.
"Ini adalah momentum untuk memilih masa depan mahasiswa Unika yang lebih inklusif dan berdaya. Kami menawarkan gagasan dan program yang kontekstual," ujar Toni.
Dirinya juga secara terbuka mengharapkan dukungan dan doa dari seluruh mahasiswa agar dapat menjadi suara yang memperjuangkan nilai budaya dan pendidikan, serta menjawab berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda.
Ia berharap, pemilihan BEM UNIKA tahun 2025 ini menjadi momentum untuk menyatukan gagasan seluruh mahasiswa untuk perbaikan kehidupan dimasa mendatang.
"Dukung dan doakan kami agar bisa menjadi suara mahasiswa, memperjuangkan nilai budaya dan pendidikan, serta menjawab tantangan generasi muda," pungkasnya.