pendidikan

Transisi Kepemimpinan SMPK Santo Fransiskus Xaverius Ruteng, Fokus pada Peningkatan Kualitas Pendidikan

Rabu, 30 Juli 2025 | 17:21 WIB

Ruteng, Idenusantara.com – Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Santo Fransiskus Xaverius Ruteng mengawali tahun ajaran baru 2025/2026 dengan langkah strategis melalui transisi pucuk pimpinan sekolah.

Romo Vincensius Aldion, S.Fil., yang akrab disapa Romo Encik, kini secara resmi menjabat Kepala Sekolah, menggantikan Romo Earlich Herbert, S.Fil., M.Th.

Perubahan pucuk pimpinan ini bukan sekadar pergantian figur, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, yang diawali dengan perayaan Ekaristi di Gereja Katedral Ruteng, pada Rabu (30/7/2025).

Perayaan Ekaristi ini dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Sukma Pusat Keuskupan Ruteng, Romo Patrik Josaphat Dharsam Guru, Drs., M.A.

Seluruh komunitas sekolah, mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan, staf Yayasan Pendidikan Sukma Pusat, hingga keluarga hadir menunjukkan dukungan kolektif terhadap babak baru ini.

Pendidikan: Harta Karun dan Investasi Masa Depan

Dalam kotbahnya yang membakar semangat, Romo Patrik Dharsam Guru menyoroti peran sentral pendidikan bagi perkembangan generasi muda.

"Pendidikan bukanlah sekadar biaya, melainkan harta karun tak ternilai dan investasi paling berharga bagi masa depan anak-anak kita. Ini adalah modal abadi yang akan terus tumbuh dan berbuah," ujar Romo Patrik.

Romo Patrik mengibaratkan upaya orang tua dalam membiayai sekolah anak-anak sebagai penanaman modal untuk masa depan yang prospektif.

Bagi para siswa, ia memotivasi untuk terus menjaga disiplin, gigih, dan rendah hati, serta memprioritaskan buku sebagai jendela ilmu di atas godaan dunia digital.

Sementara itu, para guru disebutnya sebagai pembawa obor pengetahuan yang dituntut untuk terus berkolaborasi dan mengembangkan kompetensi demi optimalisasi kualitas pembelajaran.

"Penting bagi kita semua, baik siswa, guru, maupun orang tua, untuk memahami bahwa pendidikan adalah fondasi utama peradaban. Tanpa semangat belajar dan kerja sama, kemajuan hanya akan menjadi angan-angan belaka," tegas Romo Patrik, menggarisbawahi urgensi komitmen bersama dalam memajukan pendidikan.

Semangat Pembaharuan Berlandaskan Kolaborasi

Acara syukuran dan pisah sambut menjadi ruang bagi para pemangku kepentingan untuk menyampaikan harapan dan komitmen.

Halaman:

Tags

Terkini