pendidikan

Misa Kenegaraan HUT RI ke-80 Tingkat Satar Mese, Refleksi dan Aksi untuk Persatuan dan Kemajuan Bangsa

Kamis, 14 Agustus 2025 | 10:23 WIB

Ruteng, Idenusantara.com – Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 tingkat Kecamatan Satar Mese berlangsung khidmat dengan digelarnya Misa Kenegaraan di Gereja Paroki St. Stefanus Iteng pada Kamis (14/8/2025).

Acara yang mengusung tema "Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" ini menjadi simbol kolaborasi erat antara Pemerintah, Gereja, dan Masyarakat dalam membangun bangsa.

Berbagai tokoh lintas sektor hadir dalam perayaan iman ini, di antaranya Pemerintah Kecamatan Satar Mese, Polsek Satar Mese, Koramil 1612-07 Satar Mese, Koordinator Pendidikan Kecamatan Satar Mese, Yustinus Patut, Pengawas Binaan Sekolah Dasar se-Kecamatan Satar Mese, Heni Julita, para pensiunan, para kepala sekolah, Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar dan masyarakat umum.

Pastor Paroki St. Stefanus Iteng, RD. Aloysius Gambur, dalam renungannya mengajak umat untuk merenungkan makna kemerdekaan dan perjuangan bangsa Indonesia.

Ia menegaskan, perjuangan pahlawan tak berakhir di medan perang. Menurutnya, semua warga negara memiliki peran yang sangat penting dalam upaya membangun bangsa.

"Kemerdekaan tidak hanya diraih oleh para pahlawan di medan perang, tapi juga harus diisi oleh kita semua dengan peran masing-masing," ujar RD. Aloysius.

RD. Aloysius menambahkan, perjuangan mengisi kemerdekaan adalah tanggung jawab bersama. Mulai dari para pemimpin yang melayani dengan adil, guru yang mendidik dengan sepenuh hati, petani yang mengolah tanah dengan tekun, hingga pelajar yang belajar dengan giat, semuanya adalah bagian dari pahlawan di era modern.

Mengutip Injil, RD. Aloysius mengingatkan umat untuk menjadi "garam dan terang dunia".

Setiap orang diingatkan untuk menjadi pribadi yang membawa dampak positif dan berupaya menciptakan kehidupan yang lebih adil bagi semua.

"Dalam Misa ini, kita memohon agar Tuhan memberkati para pemimpin kita dengan kebijaksanaan, dan memberkati kita semua dengan karunia persatuan dan kesetiakawanan," tutupnya, mengajak umat untuk berjanji menjadi berkat bagi sesama, bangsa dan negara.

Sementara itu, Camat Satar Mese, Mikael Ojang, menyampaikan rasa bangga dan terharu bisa menjadi bagian dari Misa Kenegaraan ini.

Camat Mikael memandang kesempatan ini sebagai perayaan liturgi yang diadakan untuk memohon berkat dan perlindungan Tuhan bagi bangsa dan negara.

Misa ini, menurutnya, adalah wujud nyata kepedulian umat Katolik terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Sebagai bagian dari komunitas Katolik, saya merasa bangga dapat menjadi bagian dari komunitas yang peduli dengan kehidupan bernegara dan berbangsa," ujar Camat Mikael.

Halaman:

Terkini