pendidikan

Inovasi Ramah Lingkungan, Mahasiswa KKN Unika Ruteng Ubah Limbah Bambu dan Kayu Jadi Tong Sampah Artistik

Selasa, 2 September 2025 | 22:45 WIB

Ruteng, Idenusantara.com — Keterbatasan dan masalah lingkungan seringkali melahirkan ide-ide baru yang kreatif dan inovatif.

Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santo Paulus Ruteng berhasil membuktikan hal tersebut dengan mengubah limbah bambu dan kayu sisa menjadi tong sampah artistik yang fungsional dan ramah lingkungan.

Inovasi yang kreatif tersebut dilakukan oleh kelompok mahasiswa ini di Kelurahan Laci Carep, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai, NTT pada Selasa (1/9/2025).

Inisiatif ini berawal dari pengamatan para mahasiswa terhadap banyaknya material alam seperti potongan bambu dan sisa kayu yang tak termanfaatkan dan dibiarkan menumpuk.

Dipimpin oleh koordinator mahasiswa Armin Nonggo, mereka melihat potensi besar dari limbah tersebut untuk diolah kembali.

Ide ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi limbah, tetapi juga sebagai media edukasi untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pengelolaan sampah yang efektif.

"Ide ini muncul dari keprihatinan kami melihat banyaknya limbah bambu dan kayu yang tidak termanfaatkan," ujar Armin.

Dengan sentuhan kreativitas dan keterampilan, para mahasiswa merancang dan membuat tempat sampah yang tidak hanya berfungsi sebagai wadah limbah, tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi yang membuatnya layak ditempatkan di ruang publik.

"Kami ingin menunjukkan bahwa barang bekas pun bisa diubah menjadi sesuatu yang berguna dan indah. Semoga inovasi ini bisa menginspirasi warga untuk lebih kreatif dalam mengelola sampah," tambahnya.

Karya-karya mereka kini menghiasi berbagai lokasi strategis di kelurahan, termasuk balai kelurahan, area rumah literasi, dan fasilitas umum lainnya, menjadi pengingat visual bagi masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan.

Respon positif datang dari berbagai pihak. Ketua Karang Taruna Kelurahan Laci Carep, Charles Oi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi ini.

"Inovasi yang dilakukan para mahasiswa ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan praktis di masyarakat bisa berjalan dengan baik," kata Charles.

Lanjut disampaikan Charles, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi yang efektif, terutama bagi anak-anak di Laci Carep yang diajak secara langsung untuk memahami proses daur ulang sederhana.

"Kami sangat terbantu dan bangga. Semoga kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi kelurahan lain untuk memanfaatkan sumber daya lokalnya," pungkasnya.

Halaman:

Terkini