"Dari jumlah itu, sebanyak 36 siswa diterima di Universitas Udayana, dan tiga di antaranya berhasil masuk ke jurusan Kedokteran Hewan," ungkapnya bangga.
Yohanes juga menambahkan, secara keseluruhan, 70 persen siswa di SMKN 1 Wae Ri'i mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi NTT, Ossy Gandut, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai anggota DPRD untuk mengawal program-program pemerintah provinsi.
Ossy menyebut bahwa program sekolah kedinasan ini merupakan program baru dan unggulan dari Gubernur NTT.
"Program yang luar biasa baik ini harus dimanfaatkan untuk kepentingan seluruh masyarakat Manggarai," tegasnya.
Ia meminta masyarakat Manggarai dan semua pihak yang hadir untuk sungguh-sungguh mendengarkan dan memahami sosialisasi ini agar dapat dimanfaatkan dengan baik.
"Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menyukseskan program ini agar secepatnya memberikan manfaat positif bagi semua," tambahnya.
Dalam pemaparannya, Sinta selaku Ketua Satgas sebagai pembicara utama menjelaskan, program pendampingan ini adalah wujud nyata dari komitmen Pemprov NTT.
Program ini tidak hanya terfokus pada formasi TNI-POLRI, tetapi juga mencakup seluruh instansi kedinasan dan terbuka bagi siswa kelas 10, 11, dan 12.
"Untuk menjadi orang yang berguna dan sukses dibutuhkan persiapan matang, kerja keras, dan kedisiplinan," tegas Sinta.
Lebih lanjut, ia merincikan tahapan terstruktur yang akan dilalui, dimulai dari sosialisasi program di sekolah, pembagian informasi lengkap, diskusi antara anak dan orang tua untuk menentukan pilihan, hingga pendampingan intensif yang seluruhnya dilakukan secara gratis.
Dalam kesempatan tersebut, Ia juga meluruskan isu miring yang selama ini beredar di masyarakat mengenai praktik pungutan uang untuk lolos seleksi.
"Yang terjadi adalah perbuatan oknum, yng tidak bertanggung jawab. Institusi secara kelembagaan tidak pernah melakukan praktik tetsebut" ungkapnya, menekankan bahwa program ini bebas biaya dan meminta masyarakat untuk melaporkan jika menemukan praktik pungutan.
Sinta juga menghimbau para pelajar yang berminat untuk mempersiapkan diri dengan baik.