Ia menjelaskan bahwa PT PAF yang baru berdiri sekitar tujuh bulan lalu berkomitmen tumbuh bersama generasi muda Flores. Menurutnya, era digital menuntut pola pikir progresif.
"Di zaman teknologi ini, yang paling menentukan bukan sekadar kebiasaan, tetapi pola pikir. Siapa yang mampu berpikir kreatif dan cepat beradaptasi, dialah yang akan bertahan," katanya.
Selvianus juga mengumumkan bahwa kompetisi tahap lanjutan akan dimulai pada 1 Maret 2026 dan hasilnya diumumkan pada 20 Mei 2026.
Jangan Takut Mencoba
Salah satu pemenang, Josima Ayuni Gandut (Ayu), mahasiswa Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian, mengaku tidak pernah membayangkan langkah kecilnya berujung pada peluang profesional.
"Saya awalnya hanya coba-coba untuk mengembangkan kemampuan digital marketing. Beasiswa ini bukan hanya soal reward, tetapi bentuk apresiasi atas usaha dan kreativitas mahasiswa," ungkap Ayu dalam pesan WhatsApp kepada admin unikastpaulus.ac.id, Sabtu (21/2/2026).
Baca Juga: PMKRI Cabang Maumere Ingatkan Gubernur Jawa Barat untuk Hormati Proses Hukum di Sikka
Ia menegaskan bahwa dunia digital membuka ruang luas bagi mahasiswa, asalkan berani melangkah.
"Jangan takut mencoba. Dunia digital memberi peluang besar. Jangan malu belajar hal baru dan jangan takut gagal," pesannya.
Keberhasilan tiga mahasiswa ini menjadi bukti bahwa mahasiswa daerah mampu bersaing dalam industri digital yang kompetitif. Mereka tidak hanya menunjukkan kapasitas akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan dunia kerja.
Peluncuran Dies Natalis ke-67 ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, para dekan, pejabat struktural, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta pimpinan PT PAF.
Momentum tersebut memperlihatkan bahwa sinergi kampus dan dunia usaha bukan lagi sekadar wacana. Di Kampus Unika Santu Paulus Ruteng, kolaborasi itu telah berubah menjadi peluang konkret yang mengantar mahasiswa dari ruang kelas menuju dunia profesional bahkan sebelum wisuda.