pendidikan

Muhammad Ja’far Hasibuan, Penulis Terbaik Mahasiswa Gizi FKM USU,Diresmikan Kapolri dan Sejumlah Menteri

Senin, 27 Juli 2026 | 09:30 WIB

Melalui peluncuran buku ini, Mega Press Nusantara berharap lahir lebih banyak generasi muda Indonesia yang berani bermimpi besar, memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, serta membawa nama Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat global.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan buku kepada para narasumber, sesi diskusi interaktif, penandatanganan buku oleh penulis, dan foto bersama seluruh peserta sebagai simbol lahirnya semangat baru untuk membangun bangsa melalui inovasi, literasi, dan pengabdian.

Salah satu pembahas buku, Dr. Rosleny Marliani, M.Si., CPP, Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, mengapresiasi penyelenggaraan Seminar dan Talkshow Peluncuran serta Bedah Buku Skala Internasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara panitia pelaksana, Mega Press Nusantara sebagai penerbit, serta Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) yang mendukung penuh pelaksanaan acara.

"Saya mengapresiasi kerja keras Panitia Pelaksana, penerbit Mega Press Nusantara, serta dukungan penuh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang telah mempersiapkan acara ini dengan sangat baik. Kegiatan ini menjadi ruang yang sangat positif untuk membangun budaya literasi, inovasi, dan inspirasi bagi masyarakat," ujar Rosleny.

Ia mengaku bangga dapat menjadi salah satu narasumber dalam forum tersebut bersama para akademisi, pakar, dan unsur pemerintahan yang turut membahas buku karya Muhammad Ja'far Hasibuan.

"Merupakan suatu kehormatan bagi saya dapat berdampingan dengan para narasumber hebat dalam mengulas perjalanan inspiratif Muhammad Ja'far Hasibuan. Kisahnya menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya yang memberi manfaat luas bagi masyarakat," katanya.

Rosleny berharap buku tersebut tidak hanya menjadi dokumentasi perjalanan hidup penulis, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus bertumbuh.

"Semoga kegiatan ini menjadi pelajaran berharga bagi setiap anak bangsa sesuai dengan fase kehidupannya. Kita perlu membangun growth mindset, memiliki ketangguhan mental, serta mampu melewati setiap tahapan kehidupan dengan baik sehingga tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, tangguh, dan bermanfaat bagi banyak orang," tuturnya.

Dalam sesi bedah buku, para akademisi menilai karya Penemu Biofar SS: Anak Desa dari Rp70 Ribu Mendunia tidak sekadar menyajikan kisah autobiografi, tetapi juga merupakan karya ilmiah populer yang memadukan pengalaman hidup, kajian akademik, serta pendekatan manajemen dan kepemimpinan.

Buku tersebut mengisahkan perjalanan Muhammad Ja'far Hasibuan, seorang anak yatim dari desa terpencil yang merantau hanya dengan bekal Rp70 ribu.

Di tengah keterbatasan ekonomi, ia membiayai pendidikannya dengan berjualan roti sambil kuliah hingga akhirnya berhasil menciptakan inovasi kesehatan Biofar SS, yang kemudian mendapat pengakuan di tingkat internasional.

Keunggulan buku ini terletak pada pendekatan ilmiah yang digunakan penulis. 

Perjalanan hidup Ja'far dianalisis menggunakan berbagai teori, mulai dari konsep modal sosial, ketahanan diri (resilience), Consolidated Framework for Implementation Research (CFIR), hingga prinsip-prinsip manajemen strategis. 

Pendekatan tersebut membuat kisah inspiratif yang disajikan tidak hanya bersifat naratif, tetapi juga memiliki dasar akademik yang kuat.

Selain itu, buku ini menunjukkan bahwa perjalanan hidup penulis memenuhi sejumlah indikator keberhasilan, yakni mampu menghasilkan perubahan yang lebih efektif, memiliki strategi yang jelas, menawarkan solusi yang tajam terhadap persoalan, memberikan dampak luas bagi masyarakat, serta memiliki keberlanjutan dalam pengabdian.

Halaman:

Tags

Terkini