idenusantara.com – Peluncuran dan Bedah Buku Skala Internasional Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia karya Muhammad Ja'far Hasibuan, mahasiswa Program Magister Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) Semester I, berlangsung sukses di Aula G FKM Universitas Indonesia (UI), Depok, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Mega Press Nusantara di dukung Perpurnas,Ikapi,Kemenpora RI dan lainnya tersebut menjadi ajang apresiasi terhadap perjalanan inspiratif seorang anak desa yang mampu mengubah keterbatasan menjadi prestasi dunia melalui riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Acara dihadiri ratusan peserta secara luring maupun daring dari kalangan akademisi, mahasiswa, peneliti, praktisi kesehatan, hingga masyarakat umum.
Peluncuran buku secara resmi dibuka oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui perwakilannya.
Selain itu, kegiatan turut mendapat dukungan dan dihadiri sejumlah akademisi nasional serta tokoh dari berbagai institusi. Kehadiran para narasumber memperkuat pesan bahwa inovasi lahir dari ketekunan, integritas, dan keberpihakan kepada kemanusiaan.
Dalam sambutannya, Muhammad Ja'far Hasibuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas kepercayaan yang diberikan melalui program Beasiswa Kapolri sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Sumatera Utara.
"Kepercayaan besar dari negara ini tidak pernah sekalipun saya sia-siakan. Segala ilmu yang saya pelajari saya wujudkan dalam karya nyata dan inovasi agar dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat," ujar Ja'far.
Ia juga mengaku sangat terharu karena Kapolri berkenan meresmikan peluncuran dan bedah bukunya melalui perwakilan yang hadir pada acara tersebut.
"Terima kasih yang tak terhingga atas kehormatan besar ini. Dukungan Ayahanda Kapolri beserta jajaran menjadi semangat bagi saya untuk terus berjuang, berkarya, dan mengabdi bagi bangsa dan kemanusiaan," katanya.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes., Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara yang mewakili keluarga, menyampaikan apresiasi atas perjalanan hidup Ja'far yang dinilainya menjadi bukti bahwa kerja keras, doa, dan ketekunan mampu mengantarkan seseorang mencapai prestasi luar biasa.
Menurutnya, buku ini bukan hanya menceritakan keberhasilan seorang individu, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia agar tidak menyerah pada keterbatasan ekonomi maupun kondisi sosial.
Buku Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia mengisahkan perjalanan Muhammad Ja'far Hasibuan yang berasal dari desa terpencil di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Berbekal uang hanya Rp70.000, ia merantau untuk menempuh pendidikan sambil bekerja keras hingga akhirnya berhasil mengembangkan Biofar SS, inovasi berbasis herbal untuk penanganan berbagai penyakit kulit yang telah memperoleh pengakuan dan penghargaan di tingkat internasional.
Dalam sesi bedah buku, para pembahas menilai karya tersebut tidak hanya menyajikan kisah perjuangan personal, tetapi juga menghadirkan refleksi mengenai pentingnya ilmu pengetahuan yang berpihak kepada masyarakat. Nilai-nilai integritas, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta semangat inovasi menjadi benang merah yang mewarnai seluruh isi buku.
Acara turut menghadirkan Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc., Guru Besar FKM UI; Dr. Rosleny Marliani, M.Si., CPP, Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung; serta dimoderatori oleh Humaira Anggie Nauli, S.K.M., M.K.M. Sejumlah pejabat nasional, termasuk Menteri dan pimpinan lembaga, juga memberikan dukungan, sementara beberapa di antaranya sebelumnya tercatat hadir dalam status konfirmasi.
Artikel Terkait
Kejari Manggarai Bantah Soal Dugaan Terima Fee Proyek Gedung Rawat Inap RSU Borong, PPK Bungkam, Kontraktor Blokir Nomor Wartawan
Tanggapan Kejati NTT soal Gedung Rawat Inap RSU Borong yang alami Keretakan Dini