Muhammad Ja’far Hasibuan, Penulis Terbaik Mahasiswa Gizi FKM USU,Diresmikan Kapolri dan Sejumlah Menteri

photo author
REDAKSI, Ide Nusantara
- Senin, 27 Juli 2026 | 09:30 WIB

Kesuksesan, menurut Ja'far, bukan hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi dari sejauh mana karya tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Sebagai karya ilmiah populer, buku setebal lebih dari 400 halaman ini juga diperkuat dengan sekitar 200 referensi ilmiah, mulai dari teori kesehatan masyarakat, kebijakan publik, ilmu manajemen, hingga nilai-nilai keagamaan. 

Hal itu menjadikan buku ini tidak hanya relevan sebagai bacaan motivasi, tetapi juga sebagai referensi akademik bagi mahasiswa, peneliti, dosen, maupun praktisi yang ingin mempelajari hubungan antara inovasi, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Guru Besar FKM USU: Keberhasilan Ja'far adalah Kebanggaan Keluarga, Almamater, dan Indonesia

Suasana haru juga mewarnai peluncuran buku ketika Prof. Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes., Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU), menyampaikan sambutan mewakili keluarga besar Muhammad Ja'far Hasibuan sekaligus almamaternya.

Dalam sambutannya, Prof. Zulhaida mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas perjalanan hidup Ja'far yang dinilai menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak pernah menjadi penghalang untuk meraih prestasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kisah Muhammad Ja'far Hasibuan sungguh menggetarkan hati. Bermula dari seorang anak desa yang merantau hanya bermodal Rp70 ribu, berjuang seorang diri, namun tidak pernah menyerah. 

Ia membuktikan bahwa kemiskinan bukanlah takdir, keterbatasan bukan penghalang, dan cita-cita yang tinggi dapat diraih melalui tekad, doa, serta kerja keras yang tidak pernah padam," ujarnya.

Menurut Prof. Zulhaida, keberhasilan Muhammad Ja'far melahirkan inovasi Biofar SS serta menerbitkan buku Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi keluarga, sivitas akademika Universitas Sumatera Utara, dan bangsa Indonesia.

"Prestasi ini bukan hanya membanggakan Ja'far sebagai pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi keluarga, almamater Universitas Sumatera Utara, dan seluruh putra-putri bangsa Indonesia. Ketika karya anak bangsa mendapat perhatian hingga tingkat internasional, sesungguhnya yang ikut terangkat adalah nama Indonesia," katanya.

Ia berharap perjalanan hidup Muhammad Ja'far dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menumbuhkan semangat belajar, menjaga integritas, dan memanfaatkan ilmu pengetahuan demi kemaslahatan masyarakat.

"Kami berharap kisah ini menjadi pelajaran bahwa setiap orang, dari mana pun asalnya, memiliki potensi besar apabila mau berusaha, menjaga amanah, dan tidak berhenti belajar. Semoga keberhasilan ini menjadi awal dari langkah-langkah yang lebih besar lagi untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat, dengan tetap menjaga sikap rendah hati," tuturnya.

Prof. Zulhaida juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendampingi perjalanan akademik dan pengembangan inovasi Muhammad Ja'far Hasibuan, mulai dari keluarga, dosen, institusi pendidikan, hingga berbagai lembaga yang memberikan dukungan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membimbing, mendukung, dan mendoakan perjalanan Ja'far hingga berada di titik ini. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, dan keberkahan kepada kita semua. Teruslah berkarya, teruslah menginspirasi, dan jadilah pribadi yang membawa manfaat bagi bangsa dan kemanusiaan," Pungkaanya 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X