pendidikan

Muhammad Ja’far Hasibuan, Penulis Terbaik Mahasiswa Gizi FKM USU,Diresmikan Kapolri dan Sejumlah Menteri

Senin, 27 Juli 2026 | 09:30 WIB

Sambutan tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam acara, sekaligus menegaskan dukungan institusi Polri terhadap pengembangan sumber daya manusia, budaya literasi, riset, dan inovasi yang lahir dari generasi muda Indonesia.

Dukungan itu juga memperkuat pesan utama buku bahwa latar belakang sederhana tidak membatasi seseorang untuk menghasilkan karya yang berdampak bagi bangsa dan dunia.

Guru Besar FKM UI Lulusan Harvard Apresiasi Karya Ja'far, Buka Peluang Studi S3 ke Harvar

Salah satu momen paling berkesan dalam Peluncuran dan Bedah Buku Skala Internasional tersebut datang dari Prof. Dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc., Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) sekaligus alumnus Universitas Harvard. 

Di hadapan ratusan peserta, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap buku Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia karya Muhammad Ja'far Hasibuan.

Menurut Prof. Adang, buku tersebut bukan sekadar kisah inspiratif, melainkan sebuah karya yang memiliki bobot akademik kuat karena mampu menggabungkan pengalaman hidup dengan pendekatan ilmiah dan teori-teori modern. Ia menyebut karya tersebut layak menjadi bahan diskusi di lingkungan akademik dan mendapat perhatian para profesor.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan capaian ilmiah Ja'far, Prof. Adang bahkan menyampaikan kesediaannya membuka peluang agar penulis melanjutkan pendidikan doktoral (S3), termasuk menjajaki kesempatan studi di Universitas Harvard.

"Semoga segala pujian yang diterima menjadi kekuatan yang lebih berharga, disertai sikap rendah hati yang tulus (tawadhu), terjaga dalam hati dan perilaku, serta senantiasa menjaga kerendahan hati di media sosial. Semoga Allah memberkahi langkahmu. Jika berkenan dan ada waktu, silakan datang kembali agar saya bisa menyampaikan hal lain serta membagikan ilmu hikmah agar adinda semakin hebat dan bermanfaat," pesan Prof. Adang kepada Ja'far.

Tawaran tersebut disambut haru oleh Muhammad Ja'far Hasibuan. Baginya, kepercayaan dari seorang Guru Besar sekaligus lulusan Harvard menjadi motivasi untuk terus belajar, berkarya, dan mengabdikan ilmu bagi masyarakat.

Kisah Perjuangan yang Dikemas dengan Pendekatan Ilmiah

Dalam sesi bedah buku, para narasumber juga menyoroti keunikan buku Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia yang tidak hanya menghadirkan kisah perjuangan seorang anak desa, tetapi juga disusun dengan pendekatan akademik yang sistematis.

Buku ini mengisahkan perjalanan Muhammad Ja'far Hasibuan, seorang anak yatim dari desa terpencil yang merantau hanya dengan bekal Rp70 ribu, berjualan roti untuk membiayai kuliah, hingga berhasil mengembangkan inovasi kesehatan Biofar SS yang memperoleh pengakuan di tingkat internasional.

Perjalanan tersebut dianalisis menggunakan berbagai teori ilmiah, mulai dari modal sosial (social capital), ketahanan diri (resilience), Consolidated Framework for Implementation Research (CFIR), hingga prinsip-prinsip manajemen strategis. Pendekatan tersebut menjadikan buku ini tidak hanya inspiratif, tetapi juga memiliki landasan akademik yang kuat.

Penulis juga menunjukkan bahwa setiap fase perjuangannya memenuhi lima indikator keberhasilan, yakni efektif, strategis, tajam dalam menyelesaikan persoalan, berdampak luas, serta berkelanjutan. Untuk memperkuat nilai praktisnya, buku ini dilengkapi analisis manajemen menggunakan metode RACI (Responsible, Accountable, Consulted, Informed) yang menggambarkan pembagian peran dalam proses membangun inovasi dan pengabdian kepada masyarakat.

Pesan utama buku ini menegaskan keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk berprestasi. Sebaliknya, ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan akhlak dan pengabdian. 

Halaman:

Tags

Terkini