“Jangan guru-guru ini diobok-obok. Biarkan mereka mengabdi di sini seperti dulu. Honor juga begitu tapi mereka mengabdi dengan senang hati,” lanjutnya.
Para suster dari Kongregasi CB Regio Indonesia Timur dibawah Yayasan MBS tidak mau memberikan keterangan saat dikonfirmasi media.
Untuk diketahui SDK 1 St Tarsisius Lewoleba sebelumnya dikelola oleh Yapenduklem Keuskupan Larantuka. Setelah melalui polemik panjang, sekolah ini akhirnya diserahkan pengelolaannya ke Kongregasi CB Regio Indonesia Timur dibawah Yayasan Maria Bintang Samudra pada Kamis 14 Juli 2022n di Aula Paroki Santa Maria Banneaux Lewoleba dengan dalil peningkatan mutu pendidikan. ***