IDENUSANTARA.COM - Jembatan Petuk yang dibangun oleh Kementrian PUPR sejak tahun 2015 dan Rampung pada tahun 2017 silam yang menghabiskan APBN sebesar Rp 235 Miliar, kini nampak gelap gulita dimalam hari, tak ada satupun titik lampu menerangi di disepanjang jembatan yang panjangnya 337 Meter itu.
Pantauan IDENUSANTARA.COM, sejak bulan Agustus 2020 hingga Minggu (21/8/2022) pukul 20.00 WITA, tak ada satupun titik lampu menerangi di sepanjang jembatan Petuk yang beralamat di Kelurahan Kolhua Kecamatan Maulafa Kota Kupang NTT.
Jembatan Petuk merupakan bagian dari jalan lingkar luar Kota Kupang yang pembangunannya bertujuan untuk memperlancar akses lalu lintas Kota Kupang ke Pelabuhan Tenau Kupang maupun ke sejumlah kabupaten di daratan Timor Barat yakni Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu dan Malaka.
Pantauan media ini, jalur jembatan Petuk ramai dilintasi pengendara baik roda dua maupun roda empat bukan hanya pada siang hari tetapi juga pada malam hari, hanya kegelapan tersebut yang menjadi kewaspadaan ketika warga melintasinya.
Berto Warga Belo salah satu pengendara roda dua saat melintasi sempat diwawancarai, ia mengungkapkan terkadang takut walau sudah sering melewati jalur jembatan Petuk.
Ia mengatakan ketakutan karena sangat gelap di sepanjang jembatan Petuk dan juga di sepanjang jalur 40 yang hampir semua titik tidak ada lampu penerang jalan.
"Kami lewat terkadang takut karena di sepanjang jalan ini sangat gelap, kalau di jembatan Petuk ini, pada jam-jam tertentu jadi takut lewat karena sangat gelap, dan terkadang ada anak-anak muda yang duduk di kegelapan, itu yang bikin jadi pikiran kalau lewat, takut kalau mereka mabuk atau ada niat jahat" Ungkap Berto.
Menurut Berto, sudah sangat lama tidak ada lampu penerang jalan, baik di sepanjang jembatan maupun di sepanjang jalur 40 arah BTN ke Naimata, maupun BTN ke Sikumana.
"Sudah sangat lama tidak ada lampu, baik di jembatan Petuk maupun arah ke Naimata dan ke Sikumana" Terang Berto.
Berto berharap pihak pemerintah terkait bisa melihat kondisi tersebut dan bisa memasang titik lampu penerang jalan di jembatan Petuk maupun di sepanjang jalur 40.
"kalau boleh pemerintah terkait bisa pasang lampu baik di jembatan Petuk dan juga di sepanjang Jalur 40, supaya kami lewat tidak ada ketakutan kalau lampu jalan ada" harap Berto.
Perlu diketahui, Jembatan Petuk yang berlokasi di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa Kota Kupang NTT diketahui telah dirancang pembangunannya sejak 1980 dan rampung pada Oktober 2017.
Jembatan sepanjang 337 meter ini menjadi jembatan terpanjang di NTT dan merupakan bagian dari jalan lingkar luar Kota Kupang yang pembangunannya bertujuan untuk memperlancar akses lalu lintas Kota Kupang ke Pelabuhan Tenau Kupang maupun ke sejumlah kabupaten di daratan Timor Barat yakni Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu dan Malaka.
Pembangunan Jembatan Petuk menggunakan anggaran tahun jamak sebesar RP 235 Miliar Tahun 2015 hingga 2017. Jembatan dengan tipe precast prestresed girder memiliki 5 pilar dengan tinggi 25-35 meter. Jembatan nantinya akan dihiasi dengan berbagai bentuk ornamen budaya lokal sehingga akan menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat NTT dan Kupang khususnya.
Artikel Terkait
Waspada! Monkeypox Telah Menyebar di 75 Negara, Bagaimana Dengan Indonesia?
Komitmen Presiden Jokowi Tuntaskan 13 Kasus HAM Berat, Termasuk Trisakti
Waspada Cacar Monyet Masuk Tanah Air, Kenali Gejala dan Penyebabnya