politik

Alain Niti Susanto Resmi Jadi Penerus Melki Laka Lena Pimpin DPD I Partai Golkar NTT

Selasa, 9 Desember 2025 | 00:16 WIB
Alain Niti Susanto resmi menjadi penerus Melki Laka Lena di DPD I Golkar NTT (Foto: Dok. Golkar NTT)

Menurut Melki, kondisi ini menunjukkan besarnya peluang yang bisa digarap.

“Banyak yang bisa dihasilkan dari NTT. Partai Golkar bisa terus mendorong untuk NTT bisa hasilkan nilai perdagangan yang terus meningkat,” ujarnya.

Ia juga menyinggung total APBD provinsi dan 22 kabupaten/kota di NTT yang berada di kisaran Rp33 hingga Rp55 triliun—modal fiskal yang bisa diberdayakan untuk mempercepat pembangunan. Melki berharap Alain mampu membangun kolaborasi lintas partai dan memperkuat sinergi pembangunan daerah.

“Mudah-mudahan Pak Alain bisa bersama partai lain agar bersama-sama membangun NTT. Ada pesan Presiden mulai gunakan produk dalam negeri,” ujarnya di hadapan ribuan kader Golkar NTT dan tamu undangan.

Dengan dukungan politik yang solid, legitimasi Musda, dan harapan besar publik, Alain kini berada di ambang lembaran baru kepemimpinan Golkar NTT, sebuah amanah yang bukan hanya menentukan arah partai, melainkan juga masa depan pembangunan Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: High Level Meeting TPID–TP2DD NTT 2025 : Menjaga Stabilitas Harga dan Mempercepat Transformasi Digital Menjelang Natal Tahun Baru


Hasil Musda XI Golkar; Alain Niti Susanto Pimpin Golkar NTT Masa Bakti 2025-2030

Alain Niti Susanto resmi menakhodai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) sesuai hasil Musyawarah daerah (Musda) XI Golkar NTT yang digelar di Hotel Harper Kupang, pada Minggu (7/12/2025).

Mandat diberikan kepada Alain Niti Susanto yang akan menggantikan Emanuel Melkiades Laka Lena dimana saat ini Melki dipercaya menjadi salah satu Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Karena alasan organisasi, Melki mesti melepas jabatan sebagai DPD I Golkar NTT meski masih mempunyai hak untuk memimpin Golkar NTT.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Golkar, Muhammad Sarmuji, dalam sambutannya ketika membuka Musda XI Golkar NTT, meminta para pengurus Golkar se-NTT untuk rela melepaskan Melki ke pusat.

Baca Juga: Kunjungi Lokasi Bencana, Mentan Pastikan Stok Beras Aman dan Sawah Rusak Diperbaiki

Sarmuji menegaskan bahwa keputusan DPP Golkar yang menarik Melki Laka Lena untuk lebih fokus bekerja di tingkat pusat, bukan berarti melepas kehadirannya dari Nusa Tenggara Timur.

“Saya minta maaf karena membawa Pak Melki ke Jakarta. Tetapi secara fisik, Pak Melki akan ada di NTT. Kami hanya pinjam dua saja, pinjam pikirannya dan kewibawaannya,” ujar Sarmuji.

Sarmuji memahami benar bahwa kedekatan emosional yang terbangun antara Melki dan para ketua DPD II Golkar selama lima tahun terakhir.

Halaman:

Tags

Terkini