religi

Gereja Yang Layak, Kerinduan Umat Stasi Munda di Pedalaman Manggarai Timur

Kamis, 6 Februari 2025 | 17:00 WIB
Kapela reyot yang roboh termakan usia di stasi Munda Manggarai Timur (Foto: Yun T)

 

Idenusantara.com-Miris bertahun-tahun umat merayakan ibadat dan ritus keagamaan di kapel reyot di stasi Munda Paroki Mbata, Kevikepan Borong, Keuskupan Ruteng tersebut.Bertahun-tahun pula mereka merindukan akan bangunan gereja yang layak, karna sebelumnya mereka memuji Sang pencipta hanya didalam kapela sederhana berkerangka kayu, beratap sengk berkarat nan kusam, serta berdinding bambu juga reyot karna termakan rayap dan usia.

Dengan semangat gotong royong dalam kasih persaudaraan mereka (umat stasi Munda) mulai membangun kapela baru, namun mereka masih dihadapkan dengan berbagai kesulitan dan kekurangan.

Baca Juga: Melki Laka Lena Jadikan Sektor Pertanian Prime Mover Ekonomi, Menteri Pertanian Beri Dukungan Penuh

Terpantau di keempat sisi kapel itu, berjarak sekitar 2 hingga 3 meter, terlihat galian memanjang yang ujungnya terhubung satu sama lain membentuk persegi panjang.

“Ini galian fondasi untuk pembangunan kapel baru,” kata Liborius Nomas.


Liborius mengatakan, umat stasi bersepakat membangun kapel baru setelah kondisi tempat ibadah yang dibangun sejak 2009 itu sudah keropos.

Bangunan kapel lama, kata dia, pernah roboh diterjang angin pada Februari 2023.

Baca Juga: Gubernur Terpilih Sebut Jumlah Dana Kepsek yang Diperas Oknum Wartawan dan LSM Capai Rp 500 Juta

“Ini kapel darurat yang kami bangun dari material kapel lama yang roboh diterjang angin,” ungkapnya.

Diketahui stasi Munda berada di wilayah administrasi Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Jumlah umat di stasi ini yakni 530 orang dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 110.

Stasi ini terletak sekitar lima kilometer arah selatan pusat Paroki Mbata di Desa Rana Mbata. Akses transportasi dari dan menuju Stasi Munda dari pusat paroki masih berupa jalan tanah dan telford serta melintasi Kali Wae Mokel yang belum ada jembatan.

Sebagian besar umat di stasi ini berprofesi sebagai petani. Mereka menggantungkan pendapatan dari komoditas seperti kemiri, kakao, kopi, dan lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini

BENARKAH KITAB SUCI KATOLIK DIUBAH

Rabu, 8 April 2026 | 08:06 WIB

LOGOS ILAHI: FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

Rabu, 8 April 2026 | 08:01 WIB

Mengapa Disebut JUMAT AGUNG

Sabtu, 4 April 2026 | 15:22 WIB

APAKAH SINTERKLAS SUNGGUH ADA?

Sabtu, 6 Desember 2025 | 21:30 WIB