Walau hasil pertanian cukup menjanjikan, namun kondisi infrastruktur jalan yang buruk membikin ekonomi mereka berjalan di tempat.
Bernadinus Mere, salah satu anggota Panitia Pembangunan Kapel Stasi Munda mengatakan, sesuai rencana anggaran belanja, untuk membangun kapel baru berukuran 11×22 meter dengan konstruksi beton, mereka membutuhkan dana sebesar Rp430 juta.
“Kami sepakat setiap kepala keluarga mengumpulkan dana satu juta rupiah. Yang sudah terkumpul Rp70 juta,” tuturnya.
Baca Juga: Diduga Indikasi Korupsi Pengerjaan Jalan Ndona-Aikipa, Berharap APH Bisa Turun Tangan
Ia mengatakan, pengerjaan Kapel Stasi Munda dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi dana yang ada.
“Tahap pertama pengerjaan fondasi dan tiang beton sudah selesai sejak Desember 2024,” jelasnya.
Bernadinus berkata, hingga kini pengerjaan tahap kedua belum dimulai karena kehabisan dana.
“Kami berharap bantuan dari siapapun orang-orang baik di luar sana agar kapel ini bisa selesai,” pintanya.
Baca Juga: Melki Laka Lena Jalani Komunikasi dengan Bappernas
Hal serupa juga diutarakan Liborius, menurutnya, penghasilan umat yang pas-pasan menjadi kendala utama dalam pembangunan kapel Stasi Munda.
“Kemampuan kami umat sangat terbatas. Kami sangat berharap bantuan dari orang-orang yang peduli dengan kondisi kapel kami ini,” ucapnya.
Catatan: Bagi pembaca yang ingin membantu biaya pembangunan Stasi Munda, bisa disalurkan melalui nomor rekening BRI atas nama Pembangunan Gereja Stasi Munda: 472501053127530.