Senada dengan Mgr. Sipri, Bupati Manggarai, Heribertus G. L. Nabit, turut menyampaikan harapan besar dan apresiasinya.
"Jadi saya kira Bapa Uskup, kalau ditanya apakah 75 tahun lagi ada perayaan seperti ini? Melalui anak-anak generasi penerus, dalam nama Yesus, amin, ada," tegas Bupati Nabit.
Bupati Nabit juga mengungkapkan rasa syukur karena secara pribadi menjadi bagian dari gereja yang terus bertumbuh dan telah mengenal banyak pihak di dalam paroki.
"Ijinkan saya mewakili semua umat mengucapkan limpah terima kasih untuk setiap hal yang Bapa dan Mama sudah lakukan, sudah buat, sudah doakan sehingga meskipun sulit, gereja kita tetap kokoh berdiri sampai hari ini," ujarnya.
Pemerintah, lanjut dijelaskan Bupati Nabit, tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah membutuhkan Gereja untuk bersama membangun masyarakat dan umat di kabupaten Manggarai.
"Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Keuskupan Ruteng, khususnya Paroki Ekaristi Kudus Ka-Redong yang telah sama-sama membina kemanusiaan dan iman umat, membina sehingga Kabupaten Manggarai boleh menuju kepada kemajuan seperti hari ini," jelas Bupati Nabit.
Dirinya menambahkan perlunya kerja sinergi untuk menyikapi tantangan zaman, salah satunya bahaya materialisme.
Pemerintah menurutnya, ingin belajar dari Gereja Katolik tentang pembangunan yang berbasis keterbatasan, kesabaran, komunikasi baik, dan hal-hal non-materi.
"Masyarakat yang berkembang dengan cepat seringkali adalah masyarakat yang mendewakan material. Peringatan 75 tahun dari institusi gereja dalam pelayanannya bagi kami, salah satu sisi hari ini yang terpenting adalah mengingatkan lagi bahwa materialisme bukanlah sesuatu yang membuat semua bisa berkembang dengan cepat," tambahnya.
Pengembangan Iman Umat dan Refleksi Mendalam
Pastor Paroki Ekaristi Kudus Ka-Redong, Pater Kristo Sambu, SVD turut mengungkapkan kebahagiannya.
"Saya pribadi dan tentu umat semua kami sangat bergembira, karena kami sudah merindukan hari ini sebagai hari puncak untuk seluruh perayaan ini sebagai perayaan iman," kata Pater Kris.
Dijelaskan Pater Kris, berbagai rangkaian kegiatan rohani dalam bentuk pelayanan sosial-karitatif dan pengembangan minat dan bakat melalui kegiatan jasmani dilaksanakan untuk merayakan peristiwa berahmat ini.