religi

KAMIS PUTIH:MEMAKNAI KASIH, KERENDAHAN HATI, DAN EKARISTI

Kamis, 2 April 2026 | 23:48 WIB
Suasana Kamis Putih di Kapela Gorong, Stasi St. Yosef Freinademetz, Paroki Elar (Foto: Nana Jhi Serlenso)

Idenusantara.com-Bagi umat Katolik di seluruh dunia, Kamis Putih merupakan salah satu hari yang paling khusyuk dalam tahun liturgi. Hari ini menandakan permulaan Tri Hari Suci (Triduum Paskah), yaitu tiga hari puncak dalam rangkaian Minggu Suci yang memperingati sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus. Kamis Putih bukan sekadar upacara seremonial tahunan, tetapi adalah undangan untuk merenungkan secara mendalam pengorbanan cinta kasih Yesus yang total kepada umat manusia.

Asal-usul Nama Kamis Putih

Istilah "Kamis Putih" diterjemahkan daripada tradisi liturgi Barat. Dalam bahasa Latin, hari ini dikenali sebagai Feria Quinta in Coena Domini (Khamis dalam Perjamuan Tuhan). Kata "putih" merujuk kepada warna liturgi yang digunakan pada hari ini. Berbeda dengan warna ungu pada masa Prapaskah atau warna merah pada Jumaat Agung, warna putih melambangkan sukacita, kesucian, dan kemuliaan atas rahmat kasih Kristus yang dicurahkan dalam peristiwa-peristiwa suci yang dikenang pada hari ini.

Baca Juga: Asistensi Paskah di Paroki Beokina, Mahasiswa Unika Ruteng Disambut Tradisi “Kepok Tiba”

Memaknai Kamis Putih (Foto: Teras Katolik)

Dalam tradisi Gereja Barat, hari ini juga dikenali sebagai Maundy Thursday. Nama ini berasal daripada perkataan Latin "Mandatum" yang bermaksud "perintah," merujuk kepada perintah baru yang diberikan Yesus kepada murid-murid-Nya selepas membasuh kaki mereka: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, iaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi” (Yohanes 13:34).

Baca Juga: Pengembangan Pariwisata Labuan Bajo: Antara Pesona Bahari dan Tantangan Industri Kreatif Lokal

Tiga Peristiwa Penting Kamis Putih

Liturgi Kamis Putih memusatkan perhatian pada tiga peristiwa agung yang terjadi pada malam sebelum Yesus ditangkap dan disalibkan, sebagaimana diceritakan dalam Kitab Suci:

-Perjamuan Terakhir dan Penetapan Ekaristi

Peristiwa utama Kamis Putih adalah Perjamuan Terakhir Yesus bersama para rasul. Dalam perjamuan Paskah itu, Yesus mengambil roti dan anggur, mengucap syukur, lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya sambil bersabda, "Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku" dan "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku" (1 Korintus 11:23-25).

Momen ini menjadi dasar penetapan Sakramen Ekaristi Kudus. Gereja Katolik percaya bahawa roti dan anggur sungguh-sungguh berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Dengan ini, Yesus melembagakan korban Perjanjian Baru yang kekal, sekaligus meninggalkan kehadiran-Nya yang nyata di tengah umat-Nya sepanjang masa.

-Pembasuhan Kaki:Teladan Kerendahan hati

Hanya dalam Injil Yohanes (13:1-15), kita mendapati kisah Yesus membasuh kaki para murid-Nya. Tindakan ini sangat mengejutkan kerana membasuh kaki adalah tugas seorang hamba, bukan seorang Guru atau Tuhan. Yesus melakukan ini untuk memberikan teladan tentang kerendahan hati dan kasih yang sejati.

Halaman:

Tags

Terkini

BENARKAH KITAB SUCI KATOLIK DIUBAH

Rabu, 8 April 2026 | 08:06 WIB

LOGOS ILAHI: FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

Rabu, 8 April 2026 | 08:01 WIB

Mengapa Disebut JUMAT AGUNG

Sabtu, 4 April 2026 | 15:22 WIB

APAKAH SINTERKLAS SUNGGUH ADA?

Sabtu, 6 Desember 2025 | 21:30 WIB