religi

Uyelindo Group Rayakan Natal Bersama, Refleksi Iman Tahun Pertama Tanpa Pendiri

ay
Minggu, 8 Januari 2023 | 12:18 WIB
Foto Bersama Pembina, Yayasan, Rektor bersama Civitas Akademika Unadri (Foto Pribadi)

Diakhir kesannya, Ketua Stikom Uyelindo Marinus sedikit mendasari filosofis Film Cina beradegan cinta, bahwa dalam melakukan sesuatu, harus menciptakan suasana yang baik, cara penyampaian yang tertata, dan harus ada pembuktian untuk kemajuan lembaga. Dan ia juga mengakiri dengan  selarik pantun kebersamaan. 

Mewakili Yayasan yang memayungi keempat lembaga dalam Uyelindo Group, Tarsius Tukang, S.E., M.Pd saat Memberikan Kesan Natal dan Tahun Baru Bersama Uyelindo Group (Gambar Pribadi)

Kesan juga mewakili Yayasan yang memayungi keempat lembaga dalam Uyelindo Group, Tarsisisius Tukang, S.E., M.Pd mengesankan dengan penuh pengharapan dan spirit kebersamaan untuk mengembangkan dan membesarkan Stikom Uyelindo, Stikom Artha Buana, Universitas Aryasatya Deo Muri, dan SMK Uyelindo.

Tarsisius Tukang berkesan, bahwa ketika ada yang melakuka kesalahan di Tahun 2022 maka kembalihlah ke jalan yang benar, dan harus lebih produktif. Mari, jangan jalan sndiri, jalani dengan visi yg sama, yang harus dimaknai dari tema, yakni  kembali ke jalan yang lain bersama sama.

Selaku Ketua Yayasan, Tarsisius Tukang meminta agar sivitas akademika Uyindo Group, bagi yang masih berpikir ke jalan yang lain, mari kembalilah ke jalan yang lurus. Karena baginya, jika jalannya lurus apapun yang dikerjakan pasti sukses. Tarsisius Tukang juga memberi sujud dan berdoa untuk Almarhum Bruno Sukarto Belalawe, "Bapak, di surgumu jadilah pembawa kebaikan untuk semua". Tarsisius Tukang mengakhiri kesan Natal dan Tahun Barunya dalam  lagu "Tuhan Luruskanlah  Jalan bagiku", yang membuat suasana refleksi iman dalam setiap diksi dan syair melalui lagu. 

Pembina dan CO Uyelindo Group, Maria Agatha Rosmidar, S.E., M.M. saat Memberikan Kesan Natal dan Tahun Bersama Uyelindo Group (Gambar Pribadi)

Kesan terakhir dalam momen Natal dan Tahun Baru 2023 sebagai refleksi iman dibawakan langsung oleh Istri Almarhum yang kini menggantikan posisi Almarhum Bruno Sukarto Belalawe sebagai Pembina dan CO Uyelindo Group, Maria Agatha Rosmidar, S.E., M.M.

Sebagai Istri, Rosmidar mengawali dengan Ucapan Selamat, terutama Selamat bagi Almarhum Bruno Sukarto Belalawe. Refleksi iman oleh Maria Agatha Rosmidar sebagai istri dan juga Pembina, ia membuka kenangan momen indah di suasana yang sama setahun lalu, bahwa ia masih sangat ingat ketika buka kado bersama Almarhum, yang mendapatkan Kado anak bayi dari salah satu dosen di Stikom Uyelindo.

Baginya, momen Natal dan Tahun Baru pertama kali tanpa kehadiran Almarhum, serasa ada yang kurang, namun karena iman dan kepercayaannya, apalagi diteguhkan melalui firman oleh RD Rudi Cun Lake, bahwa Almarhum sudah menjadi Kudus, itu membuat dirinya kuat dan tetap tegar.

Pembina dan CO Uyelindo Group Maria Agatha Rosmidar mengungkapkan, bahwa tahun Ini adalah Tahun Baru tanpa Kehadiran Almarhum. Harapannya, momen Natal dan Tahun Baru di Tahun 2023, banyak hal baru  harus disadari, dan terus melangkah apa yang sudah diletakan dasar oleh Almarhum.

Suasana ruangan Aula Stikom semakin hening dan benar-benar menunjukan momen refleksi iman, ketika Ibu Pembina mengungkan Susana hati sebagai dasar pijak membangun dunia pendidikan dari dasar hingga Uyelindo Group hari ini, dan momen iman atas kepergian tokoh dan contoh bagi kita semua. Ungkap Rosmidar bahwa "kebersamaan itu tidak bisa dilihat dari apapun" melakukan apapun butuh membangun secara kekeluargaan. Maka jangan pernah sia-siakan waktu kebersamaan, ungkap Rosmidar sambil sesekali-kali megusapkan air mata.

Baginya, serasa belum cukup 23 Tahun hidup bersama sosok bijaksana dan penyabar, suami tercinta, Bruno Sukarto Belalawe. Sosok Almarhum mengajarkan semua hal positif bagi saya dan anak-anak, dan tentu kepada kita semua.

Rosmidar mengungkapkan kepedihan dan kerinduannya bersama sang hebat penopang hidup dan karya, Bapak Pendiri dan kini sudah empat lembaga pendidik hadir di NTT, Ia sudah meletakan dan mendasari semuanya untuk kita sama-sama menjaga, sama-sama merawat dan harus membesarkan keempat lembaga ini. 

"Ingatan kepada beliau masih sangat melekat hingga detik ini. Bayangkan saja, walaupun beliau sakit di rumah sakit, beliau masih saja bercanda dengan semua orang yang datang menjenguk. Almarhum telah mengajarkan saya untuk selalu bersabar, bagaimana merasa bersyukur, jangan memandang orang dari satu sisi, terlebih mengingatkan untuk jangan menilai seseorang baik atau tidak baik dari kacamata kita atau kasatmata. Itu yang selalu diingatkan Almarhum dan Bapak Pendiri kita". Urai Maria Agatha Rosmidar.

Diakhir kesannya, Pembina dan juga CO Uyelindo Group, Rosmidar berpesan, mari kita bersama berefleksi iman kita tanpa kehadiran Almarhumn Bruno Sukarto Belalawe. Lihatlah dan ingatlah Dia, Ia melangka tulus dalam membangun lembaga pendidikan, selama hidup Ia baik adanya kepada siapa saja. Dan ketika almarhum pergi, saya sadar, selama Dia hidup ia selalu berbagi. Maka mari kita saling perkuat satu dengan yang lain. Jangan saling geb satu dengan yang lain, sehingga pewarisan kepada kita semua empat lembaga pendidikan di bawah Uyelindo Group, Stikom Uyelindo, Stikom Artha Buana, Universitas Aryasatya Deo Muri dan SMK Uyelindo terus berjaya demi mencerdaskan anak bangsa untuk selamanya.

Halaman:

Tags

Terkini

BENARKAH KITAB SUCI KATOLIK DIUBAH

Rabu, 8 April 2026 | 08:06 WIB

LOGOS ILAHI: FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

Rabu, 8 April 2026 | 08:01 WIB

Mengapa Disebut JUMAT AGUNG

Sabtu, 4 April 2026 | 15:22 WIB

APAKAH SINTERKLAS SUNGGUH ADA?

Sabtu, 6 Desember 2025 | 21:30 WIB