Oleh : Yustina Mbi ( Mahasiswi Prodi PBSI UNIKA St. Paulus Ruteng, Kelas 2021B )
Idenusantara.com-
Rintik rindu menjemputku dalam kesunyian.
Banyak rasa yang tertanam dalam dada.
Binatang malam menyuarakan lagunya.
Dalam kesunyian kumengintip bintang.
Baca Juga: Cerpen : Tangisan Dalam Diam
Dia menunjukkan cahayanya pada sang penikmat.
Yang beribu-ribu terang di angkasa raya.
Sambil menemani gelapnya malam.
dan ditemani angin yang bersiul.
Baca Juga: PUISI : Suara
Aku sosok perindu.
yang menanti kehadiran di titik temu.
Namun malam masih gelap.
Aku ingin kembali terang.
Menemaniku di sampingmu.
Baca Juga: PUISI : Senja di Sudut Kota
Sungguh, ini malam terasa hampa.
Terasa begitu lama waktu kan berlalu.
Rinduku pilu kian mendekap.
Akankah malam makin lama.
Baca Juga: PUISI : Si Manis Bertopi
Sosokmu akanku bawa dalam mimpi.
Sambil menanti porosmu dalam pelukanku.
Hingga tidurku terasa nyenyak.
Kembali ditemani angan-angan itu.
Hingga mempertemukan kita dalam lerung ruang rindu.
Baca Juga: Wagub JNS Ajak IMI NTT Jalin Kolaborasi Untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Yustina Mbi
Artikel Terkait
Wagub JNS Ajak IMI NTT Jalin Kolaborasi Untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah
PUISI : Sepucuk Surat Ibu Dari Kampung
PUISI : Si Manis Bertopi
PUISI : Suara