Puisi : Sesaat Bersama Ayah
Oleh : Lidya Lunaa ( Mahasiswi Prodi PBSI UNIKA St. Paulus Ruteng, Kelas 2021B )
Idenusantara.com-
Dulu, aku punya dua bintang.
Yang memimpin indahnya suatu galaksi kecil yang cemerlang.
Bila kuingat semua kebahagiaan yang kudapat bersama kedua bintangku.
Serasa aku telah memilki dunia.
Tapi aku kehilangan bintangku yang paling berharga nan mulia.
Tanpa memberikan sebuah melodi.
Yang mampu menggantikan seungkit nada yang melukai rasa.
Rasa cinta seakan tenggelam dilema gelombang samudra yang merajalela.
Baca Juga: Cerpen : Tangisan Dalam Diam
Di malam hari kutatap bintang di angkasa.
Namun, saat itu berubah.
Serasa langit sepi tanpa bintang.
Seperti hatiku yang sepi dan gelap gulita.
Angin bertiup kencang di telinga.
Seperti bisikan syair terindah dari orang terdekatku.
Bagai bintang yang perlahan namun pasti menghilang.
Beliau meninggalkan bintang bintang kecilnya untuk selamanya.
Baca Juga: Wagub JNS Ajak IMI NTT Jalin Kolaborasi Untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Andaikan waktu bisa kuputar kembali.
Aku ingin tetap bersamanya.
Langkah kakiku terasa berat.
Menyusuri liku-liku kehidupanku.
Aku menyusurinya sendirian tanpa ayah di sampingku.
Aku melangkah dengan gontai.
Mengingat segala cita-citaku belum terwujud bersama ayah.
Dengan sifatnya yang lucu
Ayah selalu membuatku tertawa
Baca Juga: Wagub JNS Ajak IMI NTT Jalin Kolaborasi Untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Ayah..
Korbankan segalanya.
Beribu kata telah beliau ucapkan.
Ayahku mengajarku tentang bnyak hal.
Mengajarkanku tentang arti sebuah kehidupan.
Si hujan tak mampu menghalangi jalannya.
Si sengat matahari pun tak mampu menghambatinya.
Kehilangan Ayah seperti aku kehilangan dunia.
Seperti aku kehilangan separuh daya.
Seperti aku kehilangan separuh jiwa.
Baca Juga: Dasar Elektabilitas, DPC PDI Perjuangan Dorong Rano Karno Jadi Gubernur Banten
Semoga Ayah turut membaca puisiku
Semoga pesanku smpai pada Ayah
Tiada pria yang dapat menggantikan sesosok Ayah yang kusayang.
Hanya Ayah yang terbaik dalam hidupku
Aku sangat takut.
Takut kehilangan bintang lagi.
Kumohon Ayah jagalah selalu bintangku itu.
Aku tahu dia sangat mencintai dan menyayangimu
Lidya Lunaa
( Ruang Sunyi, Ruang Rindu )