Cerpen : Cinta yang Tak Direstui
Oleh : Heribertus Kandang
Idenusantara.com-"Aku akan mencintaimu selama kau masih mengingatku. Dan akan menunggumu menjemputku kapanpun, selama kau masih menjaga niat itu."_
Malam minggu, membawa ingatan pada sebuah kenangan masa lalu dengan seseorang. Kisah romantis yang harus terhenti oleh jauh bentangan jurang perbedaan.
Kala itu aku baru diterima studi pada sebuah universitas. Masa awal kuliah, belum 'serius' menjalani studi. Masih suka nongkrong-nongkrong, ngumpul bareng teman-teman.
Suatu hari ... aku dan Deni, temanku, sedang nongkrong di tempat parkir sebuah kompleks toko komputer. Kebetulan tukang parkir yang menjaga di situ adalah dua orang temanku, Edwin dan Geral. Kami berempat asyik mengobrol, bercanda, di sela-sela kesibukan mereka mengatur kendaraan yang keluar-masuk tempat parkir.
Di tengah perbincangan, tiba-tiba Geral menyikut bahuku.
"Eh, Lan! Cewek cakep tuh!" ucapnya seraya menunjuk dengan dagu.
Serentak kami bertiga langsung menoleh ke arah yang ia tunjuk. Di kejauhan tampak dua orang gadis cantik etnis cina, tengah berjalan ke arah mobil honda jazz putih yang terparkir tak jauh dari tempat kami nongkrong.
Baca Juga: Petani Milenial Oesao Ajak Anak Muda Jangan Malu Turun ke Sawah
Deni menyeringai seraya berkata, "Coba dekati, Lan! Berani gak?"
"Iya, Lan! Buktikan kejantananmu! Kalau emang jantan ... hahaha," timpal Edwin menambahi.
Aku menyeringai. Sesaat terdiam berpikir. Deni dan lainnya terus saja menantang, memanasi. Akhirnya aku bangkit memenuhi tantangan mereka. Sebuah 'taktik' untuk mendekati kedua gadis itu, terlintas di kepala.
"Ral, sini aku pinjam karcis parkirnya!" pintaku.
Geral tertawa sembari menyerahkan bundelan karcis parkir dari saku baju.
Artikel Terkait
PUISI : DI ATAS MOTOR TUA ENGKAU BERCERITA
PUISI : MENCINTAIMU DALAM DIAM