Oleh : Titin Mimung ( Mahasiswi Prodi PBSI UNIKA St. Paulus Ruteng, Kelas 2021B )
Idenusantara.com-
Di balik kaca jendela.
Aku duduk diam, sambil.
Menikmati setiap tetesannya.
Setiap tetesannya.
Mengingatkan aku akan kehadirannya kemarin.
Baca Juga: PUISI : Rintik Rindu
Meski ku tau.
Kenyataan yang sebenarnya.
Dan engkau hanyalah sebuah ilusiku.
Hanya dalam anganku.
Dan tak dapatku miliki.
Kini hati dan ragamu dalam pelukan dan genggam yang lain
Baca Juga: Cerpen : Tangisan Dalam Diam
Andai waktu dapat ku ulang.
Aku akan lebih berhati-hati.
Akanku hindari titik itu.
Dimana saat kita harus berpisah.
Baca Juga: PUISI : Suara
Aku sangat menyesal.
Karena aku terlambat menyadari.
Bahwa kau sangatlah berarti.
Baca Juga: PUISI : Senja di Sudut Kota
Hujan.
Dalam keheninganmu.
Biarkanlah aku mengenangnya kembali.
Walau itu hanya sebatas bayangan.
Tapi itu sangat berarti.
Baca Juga: PUISI : Sepucuk Surat Ibu Dari Kampung
Titin Mimung ( Ruteng, 27 Februari 2023 )
Artikel Terkait
PUISI : Kenangan
PUISI : Sepucuk Surat Ibu Dari Kampung
PUISI : Senja di Sudut Kota
PUISI : Rintik Rindu