Cerpen : Terlambat Berangkat Sekolah
Oleh : Maria Esna Halintala Velasni ( Mahasiswi Prodi PBSI UNIKA St. Paulus Ruteng, Kelas 2021B )
Fajar telah muncul dari ufuk timur, sinar mentari hangat menembus jendela kamarku. Sinarnya pun sudah cukup tinggi seraya membangunkan tubuhku yang masih terlelap, aku coba membuka mata, bangun lalu duduk sebentar di atas tempat tidur untuk menghilangkan sedikit rasa pusing yang seakan ingin membuatku tidur kembali.
Perlahan aku melawan rasa ngantuk dan malas yang melandaku. Penat raga ini, melakukan hal yang sama setiap pagi bangun dan menuju tempat yang selalu menuntutku untuk menjadi anak yang berbakti kepada Bngsa dan Negara. Jarum jam menunjukkan pukul 06:45 WIT, tapi aku masih mengutak-atik handphoneku.
Sarapan pagi baru aku makan setengahnya, dan TV masih nyala tapi tidak di tonton.
" Asni ! Cepatlah siap-siap, terus berangkat ke sekolah. Kalau terlambat nanti kamu dihukum !" Teriak mama dari dapur.
" Iya ma! Bentar masih jam segani belum telat". Balasku dengan kesal.
Hari itu, hari Senin. Sudah biasa dengar teriakan mama huf..., baru juga jam 06:45 sudah teriak-teriak. Aku masih asyik melihat story teman- temanku di WA. Mereka semua sudah pada berangkat ( Sekolah SMA yang boleh membawa HP). Aku masih bersantai, karena waktu upacara 07:10 WIT dan jarak rumahku dengan sekolah tidak terlalu jauh. Aku sedikit melirik ke arah jarum jam dan ternyata sudah menunjukan jam 06: 55 menit.
Baca Juga: Jadi Langganan Tetap Banjir; Satker PJN IV NTT Akan Ubah Sistem Drainase di G. Subroto- A. Yani Ende
Pasti terlambat !" Teriaku sambil lari menuju kamar mandi. Tidak lupa aku membawa handuk, setelah mandi aku lantas memakai seragam yang belum sempat aku setrika. Makanan di mejapun tidak sempat aku habiskan. "
Ma..... Asni berangkat sekolah dulu ya" pamitku seraya mencium tangannya. Saking terburu- burunya aku sampai berlari begitu kencang. Sampailah di depan gerbang yang menjulang tinggi, sayangnya gerbang sudah di tutup. Aku mengintip dibalik pagar, celingak-celinguk mencari Pak Satpam.
" Terlambat lagi ?" Ucap seseorang dari arah belakangku. Aku belum tahu itu siapa. Tapi aku bisa menebak dari suaranya sudah pasti pasti suaranya Pak Daniel.
Pak Daniel disekolah terkenal dengan galaknya, aku lantas menengok ke belakang. Benarkan apa kataku. " Ehh.... selamat pagi Pak " Ucapku." Sudah jam berapa ini?" Tanyanya lagi." Emmm, sudah jam 07: 11 pak," jawabku menunduk." Jam segini baru datang, apa kamu tidak tahu jam berapa upacara bendera dimulai? Setiap hari terlambat terus, lanjutnya.." Emmm ..... Tau pak! Jawabku. Hari itu sangat melelahkan, pagi-pagi sudah dihukum. Eh, bukan cuma hari itu aku dihukum tapi sudah sering. Sampai - sampai aku terkenal di ruangan BK.
Baca Juga: PUISI : Surat Kecil Untuk Orang Tua