CERPEN: Tentang Kado Terindah

photo author
Juang Sinyo, Ide Nusantara
- Senin, 27 Februari 2023 | 16:25 WIB
Sumber Foto : Facebook ( istimewa )
Sumber Foto : Facebook ( istimewa )

Cerpen : Tentang Kado Terindah

Oleh : Lidya Lunaa ( Mahasiswi Prodi PBSI UNIKA St. Paulus Ruteng, Kelas 2021B )

Idenusantara.com-
            Tidak ada satu pun manusia yang ingin merasakan cerita cinta yang memilukan, begitu pun dengan diriku. Aku pernah merasakan hatiku d hantam oleh cinta yang tak pernah sepenuh jiwa dalam mencintaiku. Aku pernah menutup hati gara-gara itu, sampai pada akhirnya aku bertemu denganmu dan aku mulai mencoba membuka hatiku kembali.

             “Selamat sore”. Katanya pada akun jejaringan Facebook. Saat itu aku tak langsung membalas pesannya. Namun karena tak mau di bilang sombong, aku pun membalasnya .
“Selamat sore kembali”. Balasku.
“Apakah saya mengganggumu?” Katanya kemudian.
“Tidak mengganggu sama sekali”. Kataku.
“Aku ramal kamu jomblo”. Katanya kemudian. Dia seperti tokoh Dilan dalam novel karangan Pidi Baiq.
“Kamu tahu”.?.
“Saya juga mengetahui kapan kamu berulang tahun.
Entah kenapa aku jadi salah tingkah, bukan apa-apa hanya saja aku ketawa karena dia adalah salah satu korban dari novel Dilan.
“Ultahmu esok kan tanggal 3 Agustus?
“Iya”. Jawabku singkat.
“Mungkin aku hanya orang baru di hidupmu dan kita kenal beberapa menit saja. Tapi di hari ulang tahunmu esok, aku ingin di hari itu aku menjadi salah satu orang spesial dalam hidupmu. Itu pun jika kau mengizinkanku?” katanya membalas pesanku.
“Maksudmu apa? Aku tak mengerti”. Balasku dengan penuh penasaran.
“Sudah jam 11 malam kamu harus tidur. Esok baru d lanjutkan lagi”.
“Dasar laki-laki penuh teka teki”. Gumamku.
“Aku tak tahu harus memulai dari mana mengatakan padamu. Tapi...
“Tapi apa?” Pintaku.
“Tapi yang harus kamu garis bawahi AKU SUNGGUH MENCINTAIMU” balasnya.

Baca Juga: PUISI : Rintik Rindu

             Aku tak mengerti kenapa dia begitu cepat mengatakan jikalau dia mencintaiku. Apa dia adalah tipe orang yang mudah buat jatuh cinta? Ap dia adalah orang yang tak punya rasa takut untuk di lukai karena terlalu cepat menjatuhkan hati? Mungkin, tapi aku tak tahu dengan pasti.
            Apa aku juga mencintainya? Oh tidak mungkin, aku bukanlah tipe perempuan yang mudah memberikan hatiku pada seorang lelaki apalagi yang baru aku kenal. Kuputuskan untuk segera tidur. Esok adalah hari ulang tahunku aku tak sabar Ingin Mendapatkan ucapan-ucapan ulang tahun dari orang-orang terdekatku.
Pagi harinya ...
“Selamat ulang tahun nak, Segala yang terbaik di doakan”. Kata mama.
“Iya ma, Terima Kasih untuk ucapannya ” jawabku.
“Tadi Ayahmu telfon, Ngucapin selamat ulang tahun buat kamu.
“, Ya baiklah Ma, kalau begitu aku berangkat sekolah dulu”.

Baca Juga: PUISI : Ayah

               Singkat ceritanya, di sekolah hampir semua temanku mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Aku senang dan mendapatkan begitu banyak kado.
Malam harinya, aku membuka akun Facebook . “Selamat Ulang Tahun Dya,, wish you all the best” begitulah isi pesan darinya.
“Terima Kasih”. Jawabku.
“Dya?” Katanya kemudian.
“Iya”, balasku singkat.
“Kamu mau jadi pacar ku?”katanya yang sontak membuatku kaget ketika membacanya.
“Pacarmu? Apa itu tidak terlalu singkat?”Balasku.
“Ya, sejujurnya saya telah lama memendam perasaan ini. Satu bulan belakangan ini saya selalu menjadi penikmat senyummu, saya menyimpan semua fotomu yang ada di Facebook agar Saya dapat mengingatmu. Walaupun saya tahu perasaan ini mungkin tak kau balas” katanya dengan panjang lebar.
“Lalu mengapa baru hari ini kamu mengungkapkan perasaan itu?”.

Baca Juga: Cerpen : Tangisan  Dalam Diam

            “Aku butuh waktu lama untuk mengumpulkan keberanian dan aku takut jika cintaku bertepuk sebelah tangan, jadi Kuputuskan untuk memendam selama satu bulan lamanya.
             Aku benar-benar bingung, apa yang harus Aku katakan . Aku tak ingin mengecewakan orang yang telah membuang waktunya secara percuma hanya untuk mencintaiku. Masa laluku yang pahit telah membuatku takut untuk mempercayai hatiku pada orang lain. Apa ini saatnya aku harus membuka hatiku kembali?”
             “Aku takut untuk jatuh cinta lagi, takut merasakan sakit hati lagi Untuk kesekian kalinya. Masa laluku benar-benar tak menyenangkan hati” balasku.
“Semua orang punya kisah masa lalunya lalunya masing-masing. Jangan jadikan kisah pahitmu dalam masa lalu membuatku takut untuk merasakan cinta kembali.

Baca Juga: Wagub JNS Ajak IMI NTT Jalin Kolaborasi Untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah

           Aku pun merasakan hal yang sama denganmu. Tapi kumohon, Izinkan aku menjadi yang terspesial di hatimu” katanya.
Aku berpikir selama sepuluh menit, dan jawabanku: “aku menerimamu.
Tapi jangan membuat cerita yang sama seperti masa laluku” kataku padanya.
“Kau tak terpaksa menerimaku kan?
Aku tak ingin ada kata keterpaksaan dalam hubungan ini”.
“Tidak, aku mencoba membuka hati padamu” jawabku.
“Aku Sayang Kamu” katanya.
“Aku pun begitu” jawabku
Terima Kasih telah menjadi kado terindah di hari ulang tahunku.
 

(Masa Lalu Bukan Menjadi Penghambat Seseorang Dalam Hal Mencintai )

~Selesai~

Baca Juga: PUISI : Bercerita
Lidya Lunaa

Artikel Selanjutnya

PUISI : Si Manis Bertopi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Juang Sinyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

PUISI: RASA TANPA KATA

Minggu, 10 September 2023 | 05:51 WIB

PUISI : Untukmu Ibundaku

Sabtu, 1 April 2023 | 18:16 WIB

PUISI : Tentang Diri

Sabtu, 1 April 2023 | 17:58 WIB

PUISI : Namamu Dalam Sujudku Yang Paling Serius

Minggu, 26 Maret 2023 | 12:09 WIB

PUISI : Deretan Kursi Jadi Saksi

Minggu, 26 Maret 2023 | 11:44 WIB

PUISI : Rembulan

Minggu, 26 Maret 2023 | 11:15 WIB

PUISI : Kamu Mencintaiku Adalah Cerita Lucu

Minggu, 26 Maret 2023 | 10:59 WIB

PUISI : Hiasan Cahaya Malam

Sabtu, 25 Maret 2023 | 21:16 WIB

PUISI : Ayah Aku Lelah

Jumat, 24 Maret 2023 | 20:28 WIB

PUISI : Teringat Kembali

Rabu, 22 Maret 2023 | 21:16 WIB

PUISI : Engkau Pulangkan Rindumu

Rabu, 15 Maret 2023 | 21:02 WIB

PUISI: Replika Kenangan ( Oleh: Ryzton Tolan )

Senin, 13 Maret 2023 | 22:39 WIB

PUISI : IBU (Oleh: Norlince Florida)

Minggu, 12 Maret 2023 | 22:42 WIB

PUISI : Kenangan

Kamis, 9 Maret 2023 | 11:25 WIB

PUISI : Di Keheningan Malam

Kamis, 9 Maret 2023 | 10:55 WIB

PUISI : Rindu Yang Bertamu

Rabu, 8 Maret 2023 | 20:16 WIB

PUISI : Rindu

Rabu, 8 Maret 2023 | 17:37 WIB
X