Oleh : Js
Dingin saat ini.
Hantarkan gigil untuk menepi.
Dalam remang cahaya rembulan.
Aku kembali berharap.
Dirimu ada disini.
Duduk bersama menikamati dinginnya alam.
Lalu bercerita tentang mimpi – mimpi.
Untuk bersama kita rangkai kembali.
Namun aku sadar itu hanya halusinasi.
Baca Juga: CERPEN : Cinta yang Tak Direstui
Karena nyatanya yang tercipta adalah sepi.
Semakin pedih ditikam sunyi.
Berharap pada yang tidak pasti.
Sampai kapan harus begini.
Begitu lelah aku menanti.
Mencoba tabah dalam hati.
Jiwaku lemah hampir kehilangan arti.
Pada tangis yang sudah – sudah.
Padamu terkumpul arwah resah.
Baca Juga: PUISI : Malam dan Rindu
Semua salah..
Serba amarah..
Terbuka lalu tertutuplah.
Jendela dan daun pintu.
Nadi terhadap hati.
Jangan sembarang membuka lagi.
Itu merusak jati dirimu.
Kembali dan sadarlah.
Baca Juga: PUISI : DENGARKAN IRAMA RINDUKU
Js
Artikel Terkait
CERPEN : Cinta yang Tak Direstui
PUISI : DENGARKAN IRAMA RINDUKU
PUISI : Malam dan Rindu