Struktur Organisasi Koperasi Desa Merah Putih: Tentang Siapa yang Mengatur dan Siapa yang Diawasi?

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Selasa, 13 Mei 2025 | 22:16 WIB
Ilustrasi Koperasi Merah Putih (Foto:Ist.net)
Ilustrasi Koperasi Merah Putih (Foto:Ist.net)

Tujuannya

-Meningkatkan pengawasan langsung
-Mencegah penyalahgunaan koperasi
-Mengintegrasikan koperasi dalam perencanaan desa.

Namun, ini juga menuai pro dan kontra.

Seperti dikemukakan oleh Suroto, Ketua AKSES (Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis) dalam diskusi publik 28 Maret 2025:

“Jabatan ex-officio Kepala Desa bisa memperkuat atau justru melemahkan koperasi tergantung sejauh mana kepala desa memahami prinsip koperasi dan memberi ruang partisipasi masyarakat.” seperti dikutip dari Tirto.id

 Baca Juga: Wujud Peduli Sesama, Ejhi Serlenso Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Penyandang Disabilitas di Manggarai Timur

Hal yang Harus Diperhatikan

1. Hindari Nepotisme atau Hubungan Semenda.
Program Merah Putih melarang pengurus dan pengawas memiliki hubungan keluarga langsung. Ini penting agar koperasi tidak jadi “keluarga enterprise".

2. Transparansi dan Akuntabilitas.
Semua anggota berhak tahu berapa saldo koperasi, siapa yang meminjam, berapa margin laba, dan lain-lain.


3. Profesionalisme Pengelolaan Koperasi tidak boleh dijalankan asal-asalan. Pelatihan, pendampingan, dan sistem administrasi harus diperkuat.

Baca Juga: Geliat Melki-Johni Menjelang 100 Hari Kerja: Ada Kabar Gembira Gubernur NTT Melki Laka Lena Akan Hapus Pajak Kendaraan Bermotor


Bukan Sekedar Formalitas

Ada banyak koperasi desa yang hebat, tapi bubar karena satu hal yaitu karena pengelolaannya tertutup.

Struktur bisa bagus di atas kertas. Tapi jika tidak dijalankan dengan partisipasi dan etika, maka koperasi akan bernasib sama seperti banyak BUMDes atau kelompok tani yang mati suri karena elitisme internal.

Struktur organisasi koperasi bukan sekadar formalitas. Ia adalah penjaga kepercayaan. Dalam Koperasi Desa Merah Putih, peran Kepala Desa sebagai pengawas bisa menjadi kekuatan jika dijalankan secara transparan, terbuka, dan berlandaskan semangat gotong royong.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

PUISI: RASA TANPA KATA

Minggu, 10 September 2023 | 05:51 WIB

PUISI : Untukmu Ibundaku

Sabtu, 1 April 2023 | 18:16 WIB

PUISI : Tentang Diri

Sabtu, 1 April 2023 | 17:58 WIB

PUISI : Namamu Dalam Sujudku Yang Paling Serius

Minggu, 26 Maret 2023 | 12:09 WIB

PUISI : Deretan Kursi Jadi Saksi

Minggu, 26 Maret 2023 | 11:44 WIB

PUISI : Rembulan

Minggu, 26 Maret 2023 | 11:15 WIB

PUISI : Kamu Mencintaiku Adalah Cerita Lucu

Minggu, 26 Maret 2023 | 10:59 WIB

PUISI : Hiasan Cahaya Malam

Sabtu, 25 Maret 2023 | 21:16 WIB

PUISI : Ayah Aku Lelah

Jumat, 24 Maret 2023 | 20:28 WIB

PUISI : Teringat Kembali

Rabu, 22 Maret 2023 | 21:16 WIB

PUISI : Engkau Pulangkan Rindumu

Rabu, 15 Maret 2023 | 21:02 WIB

PUISI: Replika Kenangan ( Oleh: Ryzton Tolan )

Senin, 13 Maret 2023 | 22:39 WIB

PUISI : IBU (Oleh: Norlince Florida)

Minggu, 12 Maret 2023 | 22:42 WIB

PUISI : Kenangan

Kamis, 9 Maret 2023 | 11:25 WIB

PUISI : Di Keheningan Malam

Kamis, 9 Maret 2023 | 10:55 WIB

PUISI : Rindu Yang Bertamu

Rabu, 8 Maret 2023 | 20:16 WIB

PUISI : Rindu

Rabu, 8 Maret 2023 | 17:37 WIB
X