Siap Menjadi Duta untuk Promosi, Finalis Puteri Manggarai Belajar Kebudayaan dan Pariwisata Lokal

photo author
Gordianus Jamat, Ide Nusantara
- Jumat, 9 Mei 2025 | 14:58 WIB
Finalis Puteri Manggarai 2025 melakukan sesi foto bersama pemateri. (GJ)
Finalis Puteri Manggarai 2025 melakukan sesi foto bersama pemateri. (GJ)

Hal ini, disampaikan oleh Romo Ino, panggilan akrab Dr. Inosensius Sutam saat menjadi pemateri dalam kegiatan pembekalan kebudayaan Manggarai yang di ikuti oleh seluruh finalis Puteri Manggarai.

Romo Dr. Inosensius Sutam saat membawakan materi dalam kegiatan pembekalan kepada 17 Finalis Puteri Manggarai 2025.
Romo Dr. Inosensius Sutam saat membawakan materi dalam kegiatan pembekalan kepada 17 Finalis Puteri Manggarai 2025.

Menurut Romo Ino, dirinya telah menekan satu hal kepada seluruh finalis Puteri Manggarai, bahwa budaya itu kurikulum hidup.

Baca Juga: Cakap dan Berparas Cantik, Inilah Profil Lengkap 17 Finalis Puteri Manggarai 2025

Dikatakan kurikulum hidup, Romo Ino beralasan bahwa budaya telah menjadi identitas, pembentuk, dan perwujudan diri, termasuk dalam konteks pemilihan Putri Manggarai.

"ya itu bagian dari reinterpretasi, revitalisasi dari kebudayaan asli kita," ujar Romi Ino.

Romo Ino juga menyampaikan bahwa kehadiran budaya luar di Manggarai, tidak bisa ditolak eksistensinya. Karena harus ikut juga perkembangan zaman.

"Tetapi yang paling penting adalah bagaimana menginterpretasinya dalam budaya lokal orang Manggarai.
Sehingga di satu pihak kita ingin melihat dunia dari Manggarai, atau melihat Manggarai dari dunia, dan kita juga harus berpijak dari Manggarai untuk melihat dunia," tukasnya

"Sehingga ada titik globalisasi, tapi ada titik, jadi ini tadi sebenarnya titik glokalisasi.
Bagaimana yang lokal ini menjadi," tukasnya lagi.

Mengapa Para Finalis Sebagai Generasi Muda Harus Menjadi Insan Budaya Manggarai?

Romo Ino Sutam juga menjelaskan bahwa sebagai generasi muda, para finalis harus menjadi penerus yang akan menjaga dan meneruskan warisan budaya Manggarai, termasuk tradisi, seni, bahasa, dan kearifan lokal.

"Budaya Manggarai mencerminkan identitas diri suku Manggarai. Dengan menjadi "insan budaya", para finalis sebagai generasi muda akan memiliki rasa bangga dan memiliki terhadap kebudayaan Manggarai," ujarnya.

Baca Juga: Pesona 17 Finalis Puteri Manggarai Bersinar di Panggung Photoshoot Eksklusif HSL

Selain itu, Romo Ino juga menegaskan bahwa para finalis sebagai generasi muda dapat berperan aktif dalam berbagai kegiatan budaya, seperti tari Caci, musik tradisional, upacara adat, dan festival budaya.

"Karena itu, pendidikan tentang budaya Manggarai harus ditanamkan memang kepada generasi muda," tegasnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X