Idenusantara.com-Front Mahasiswa Nasional (FMN) bersama berbagai elemen masyarakat, mulai dari kaum buruh, petani, hingga organisasi kerakyatan lainnya, menggelar peringatan 22 tahun berdirinya FMN di Taman Nostalgia, Kupang pada Minggu (18 Mei 2025). Acara ini menjadi momen reflektif sekaligus menunjukkan semangat perlawanan, mengusung tema besar: “Menempa Militansi, Memperluas Barisan, dan Menyatukan Gerakan untuk Kemenangan Rakyat.”
Kegiatan dimulai dengan
penampilan-penampilan menarik seperti monolog, pembacaan puisi, dan teater, yang diiringi dengan orasi politik serta yel-yel perjuangan. Seluruh rangkaian acara menegaskan posisi FMN sebagai organisasi gerakan yang berpihak pada rakyat tertindas—bukan kepada pemangku kekuasaan.
FMN merupakan organisasi pergerakan yang konsisten membela kepentingan rakyat.
Ia menjadi tuntunan dan pedoman bagi gerakan rakyat di Indonesia, karena FMN adalah satu-satunya organisasi yang secara terang membicarakan dan melawan serta menentang musuh rakyat. Dalam perjuangannya, FMN aktif dalam aksi demonstrasi, kajian kritis, serta diskusi publik sebagai bentuk komitmen terhadap perubahan sosial.
Ketua FMN, Bung Vino, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, aliansi reforma agraria, dan organisasi kerakyatan yang turut hadir. Ia mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan sejarah panjang perjuangan FMN dan memperkuat barisan dalam menghadapi ketidakadilan, kapitalisme, kolonialisme, dan imperialisme.
Baca Juga: Upah Minimum NTT 2025 Resmi Ditetapkan Kota Karang Raih UMK Tertinggi, Manggarai Timur Berapa?
“Perjuangan adalah karya. Kita harus terus bersama kaum tani, buruh, nelayan, perempuan tertindas, kaum miskin kota, dan suku bangsa minoritas, untuk memperhebat perjuangan dalam menghadapi rezim penguasa. Perjuangan kita adalah murni bentuk kepedulian terhadap rakyat,” ujar bung Vino dalam sambutanya
Ia juga menyoroti persoalan-persoalan struktural seperti penggusuran, relokasi, serta buruknya kondisi kelas pekerja yang terjadi akibat kebijakan semena-mena dari para pemangku kekuasaan, tanpa mempertimbangkan kesejahteraan rakyat.
“FMN tidak percaya pada jalur partai politik dalam mewujudkan perubahan. Kami memilih tetap berada di tengah rakyat, sebagai kekuatan murni gerakan mahasiswa yang bergandeng tangan dengan rakyat tertindas. Kaum buruh, tani, dan sektor rakyat lainnya adalah kekuatan utama yang menopang kemurnian perjuangan demi hak dan kesejahteraan rakyat,” tambahnya.
Perwakilan dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) NTT juga memberikan sambutan, menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan peringatan HUT FMN ke-22, dan menegaskan pentingnya FMN sebagai wadah belajar dan berjuang bersama rakyat.
“FMN adalah tempat untuk melawan tiga musuh utama rakyat: imperialisme, kapitalisme, dan feodalisme. FMN dibutuhkan sebagai tenaga penggerak untuk melahirkan aktivis massa yang militan, patriotik, dan demokratis. Kami harap FMN terus tegak dalam prinsip dan pekerjaan politiknya,” ujar Ketua AGRA.
Ia juga menegaskan pentingnya mempererat hubungan antara mahasiswa, petani, buruh, perempuan, dan sektor rakyat lainnya. Mahasiswa, menurutnya, memiliki teori yang perlu diimplementasikan di tengah-tengah rakyat.