Perwakilan kaum petani turut menyampaikan pandangan tentang kondisi pertanian Indonesia yang dinilai masih bergantung pada impor, serta menekankan pentingnya kedaulatan pangan dan dukungan pemerintah terhadap alat produksi seperti bibit dan pupuk.
“Petani mampu memproduksi, asalkan diberi ruang dan dukungan,” tegasnya
Peringatan ini memperkuat seruan akan
pentingnya pengorganisasian rakyat oleh mahasiswa. FMN diyakini tetap relevan sebagai organisasi yang menyuarakan suara rakyat, berangkat dari hasil investigasi dan pengalaman langsung di lapangan.
Dengan semangat militansi dan kolektivitas, FMN menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pedoman gerakan rakyat di Indonesia.