Buku Kedua Nardi Jaya, Narasi Perjalanan Jurnalistik Tentang Pengabdian Polri di Tanah Manggarai Timur

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Rabu, 16 Juli 2025 | 06:24 WIB
Buku kedua Nardy Jaya, seorang wartawan di Manggarai Timur (Docpri Nardy Jaya)
Buku kedua Nardy Jaya, seorang wartawan di Manggarai Timur (Docpri Nardy Jaya)

Idenusantara.com-Jurnalis media online Suaraburuh.com, Nardi Jaya, kembali menorehkan karya penting melalui buku keduanya yang berjudul "Polisi Humanis". Buku ini menjadi lanjutan dari karya pertamanya yang berjudul "Rentenir Politik" yang terbit tahun 2022 lalu. Kali ini, Nardi membingkai kisah inspiratif dari para anggota Polri yang telah mengabdikan diri dengan tulus di Tanah Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Polisi Humanis hadir sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para Bhayangkara sejati, khususnya jajaran Polres Manggarai Timur, yang telah menunjukkan wajah kemanusiaan dalam menjalankan tugas negara. Buku ini berisi narasi-narasi jurnalistik yang tajam, empatik, dan menyentuh tentang kiprah para anggota polisi di wilayah pedalaman, jauh dari sorotan media nasional.

Baca Juga: ASN di Elar Selatan Diduga Usir Ibu Tiri dari Rumah

Tiga sosok utama yang menjadi benang merah dalam buku ini adalah mantan Kapolres Manggarai Timur, AKBP Suryanto, Aipda Lalu Sukiman, dan Bripka Heribertus Tena. Mereka digambarkan bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang hadir dengan nurani, kepekaan sosial, dan dedikasi.

AKBP Suryanto misalnya, dikenal luas karena pendekatan humanisnya selama bertugas di Manggarai Timur. la sering turun langsung ke masyarakat tanpa sekat, membangun komunikasi yang terbuka dan membumikan nilai-nilai pengayoman Polri.

Baca Juga: Pemkab Manggarai Genjot Wae Naong Jadi Pusat Pertanian Unggulan

Aipda Lalu Sukiman menjadi simbol empati di garis depan. la kerap membantu masyarakat miskin, ibu tunggal, dan anak-anak dalam situasi rentan, bahkan rela menempuh jarak jauh demi menyalurkan bantuan pribadi.

Sementara Bripka Heribertus Tena tampil sebagai sosok penggerak yang konsisten membantu kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan penderita penyakit berat di pelosok desa. Kisah-kisah mereka ditulis dengan pendekatan jurnalisme naratif yang mendalam, membiarkan pembaca merasakan langsung atmosfer perjuangan dan kemanusiaan di balik seragam kepolisian.

Baca Juga: Dugaan Tipikor, Kontraktor Pelaksana Pembangunan Lanjutan Gedung Kantor DPRD di NTT Ditetapkan Jadi Tersangka

Buku Polisi Humanis mendapat sambutan hangat dari Sekretaris Daerah Manggarai Timur, Ir. Boni Hasudungan Siregar, yang turut memberikan kata sambutan dalam buku tersebut. Dalam sambutannya, Sekda Boni menekankan pentingnya dokumentasi kisah-kisah inspiratif seperti ini agar publik tidak hanya mengenal polisi dari sisi penindakan, tetapi juga dari sisi kemanusiaan.

Sementara bagian prolog buku ditulis oleh Dr. Marianus Mantovanny Tapung, S.Fil., M.Pd, akademisi sekaligus tokoh intelektual muda yang mengapresiasi keberanian Nardi dalam merawat ingatan kolektif masyarakat melalui tulisan yang menyentuh dan bernilai sejarah.

Baca Juga: Parkir Liar Jadi Target Operasi Patuh Turangga Polres Mabar di Labuan Bajo

Kepada media ini Nardi Jaya menuturkan bahwa buku ini bukan hanya sekadar catatan jurnalistik, tetapi juga bentuk dedikasi dan penghormatan kepada para abdi negara yang bekerja dalam senyap.

"Saya ingin masyarakat tahu bahwa masih banyak anggota Polri yang bekerja dengan hati, yang tak tercatat di layar televisi, tar nyata dalam kehidupan masyarakat ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X