"Tidak ada yang mustahil. Asal pikiran, hati, dan tenaga diarahkan untuk menyejahterakan petani, semuanya bisa dilakukan. Kemerdekaan sejati bagi petani Manggarai bisa dicapai asal kita semua serius dan bertanggung jawab," tegasnya.
Seruan Lexy Armanjaya di Bangka Ajang memberi pesan penting: kemerdekaan tidak boleh berhenti di lapangan upacara. Lebih dari itu, kemerdekaan harus menjelma nyata di sawah, ladang, dan dapur keluarga petani.
Lexy menekankan, kemerdekaan hanya akan bermakna jika masyarakat desa benar-benar merasakan perubahan: kebutuhan pangan tercukupi, pendidikan terjangkau, kesehatan memadai, dan pendapatan yang layak.
Baca Juga: TP PKK Manggarai Perketat Pengawasan, Pastikan Tiap Balita Terima Layanan Posyandu
Pesan tersebut menjadi refleksi sekaligus kritik konstruktif bagi pemerintah daerah. Pembangunan Manggarai, menurut Lexy, harus menjadikan petani sebagai prioritas utama, bukan sekadar pelengkap seremoni tahunan.
"Selama petani masih bergulat dengan kemiskinan, selama anak-anak desa masih sulit bersekolah, maka kita belum bisa mengatakan Manggarai telah merdeka sepenuhnya," pungkasnya.*
Artikel Terkait
Padma Indoensia Desak Kapolres Kupang Transparan dan Jujur Usut Tuntas Kematian Dokter Abraham
Kasus Tabrak Maut Dokter Abraham Masih Misteri, Kasat Lantas Polres Kupang Abaikan Hak Keluarga Korban untuk Minta Informasi
Pelaku Penculikan Kepala Bank di Jakarta, Berhasil Ditangkap Polisi di Labuan Bajo
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma Membuka Rakerda Pemuda Katolik Komisariat Daerah NTT
Operasi Intelijen, Tim Tabur Kejati NTT Berhasil Menangkap DPO Kasus Pencabulan Anak di Kabupaten Kupang
Kajati NTT Tinjau Langsung Pemeriksaan Teknis Pembangunan 2.100 Rumah Khusus Eks Pejuang Timor-Timur di Kabupaten Kupang
Perlombaan Fun Run 2025, SMAN 1 Lelak Sapu Bersih Semua Kejuaraan