RUTENG,IDENUSANTARA.COM - Di tengah suasana akrab penuh tawa di rumah Ketua DPC Partai Hanura Manggarai, Sheline Lana, Minggu (2/11/2025), dua figur politik Manggarai yang sempat berada di jalan berbeda, tampak kembali duduk satu meja. Mereka adalah Ketua DPD Partai Hanura NTT, Refafi Gah, dan eks kader Hanura yang kini berlabuh di Partai NasDem, Heri Baben.
Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi biasa. Ia memancarkan pesan hangat tentang politik yang bisa tetap berwajah persahabatan.
Refafi Gah yang tampil santai dengan senyum khasnya, sempat melempar candaan bernada nostalgia saat memperkenalkan Heri Baben di hadapan tamu dan pengurus partai yang hadir.
"Sedikit tentang Pak Heri Baben. Beliau ini bukan orang baru bagi saya. Sejak terpilihnya Pak Kodrat Shah sebagai Sekjen Hanura periode 2021-2024, beliau ikut mendampingi Pak Sekjen dan waktu itu diminta jadi Ketua DPC di Manggarai. Tapi Pak Heri berulang kali memohon maaf karena tidak bisa memegang jabatan itu," tutur Refafi sambil tersenyum.
Ia lalu melanjutkan dengan kalimat yang disambut tawa hangat para hadirin.
"Mungkin saja ada kekeliruan dari kami waktu itu, tapi saya anggap saja, anak yang hilang itu pasti dia kembali. Terima kasih, tapi persahabatan beliau dengan Hanura tetap luar biasa. Kita ini satu rumah, cuma beda kamar," guyon Refafi.
Kalimat terakhir itu, "Satu rumah, beda kamar", sontak mengundang gelak tawa dan tepuk tangan. Sebuah candaan politik yang sederhana, namun penuh makna: bahwa perbedaan partai bukanlah alasan untuk memutus persaudaraan.
Persahabatan yang Tak Lekang oleh Bendera Politik
Heri Baben, yang kini aktif di Partai NasDem, tampak membalas dengan senyum lebar. Momen itu diabadikannya lewat unggahan di akun Facebook pribadinya pada Minggu malam.
"Dalam hidup, perjalanan boleh berubah arah, tapi persahabatan tetap searah menuju kebaikan dan kebersamaan. Terima kasih Ibu Sheline Lana dan Bapak Refafi Gah sudah mengundang saya makan siang bersama teman-teman DPRD dan pengurus Hanura Manggarai, Matim, dan Mabar. Semoga acara Rakordanya sukses. Tuhan berkati," tulis Heri.
Unggahan itu disertai beberapa foto kebersamaan dan satu video saat mereka bernyanyi bersama, simbol harmoni di tengah perbedaan warna partai.
Tak butuh waktu lama, postingan tersebut dibanjiri komentar positif.
Akun Susillo Hermanus menulis: "Luar biasa kae Heri… komunikasi tak pernah sekat."
Sementara akun Aventus Melkiades Reme berkomentar, "Silaturahmi tetap berjalan, kapal boleh berbeda… mantap kae."
Artikel Terkait
Sinergi Budaya dan Bhayangkara: Bhabinkamtibmas Rahong Utara Jadi Teladan di Tengah Tradisi Adat
Real Madrid Unggul di Babak Pertama El Clasico: VAR, Gol Spektakuler, dan Aksi Mbappe-Bellingham Hiasi Laga
MAWATU, Magnet Baru Wisata dan Gaya Hidup Modern di Labuan Bajo
Peran Guru dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak di Sekolah Dasar
Ketika Janji Tinggal Cerita: Potret Politik Tanpa Akuntabilitas di Manggarai
PERMMAI-Ende Rayakan Dies Natalis ke-15: Bersaksi Injil dalam Organisasi
Calon Guru, Tapi Tak Suka Buku: Potret Suram Literasi Mahasiswa PGSD