Bela Bupati Ende, Oknum Wartawan di NTT Diduga Gunakan Nama TV One untuk Tekan Pimred Media Lokal

photo author
Gordianus Jamat, Ide Nusantara
- Jumat, 7 November 2025 | 23:11 WIB
Oknum Wartawan di NTT Diduga Gunakan Nama TV One untuk Tekan Pimred Media Lokal (Foto Ilustrasi)
Oknum Wartawan di NTT Diduga Gunakan Nama TV One untuk Tekan Pimred Media Lokal (Foto Ilustrasi)

Pemberitaan tersebut kemudian viral di sejumlah grup media lokal di Ende. Tak lama kemudian, muncullah telepon misterius dari seseorang yang mengaku "wartawan nasional" bernama Sylvester Keda.

Baca Juga: SBY Hadiri Haul ke-9 Haji Mochamad Thohir, Kenang Perjuangan Gigih Mendiang

Pemred NTT.News.net: 'Independensi Redaksi Tidak Bisa Ditekan Siapa Pun'

Alfonsius Andy menegaskan, tindakan yang dilakukan oleh Sylvester merupakan bentuk intervensi terhadap independensi pers dan tindakan tidak profesional yang melanggar etika jurnalistik.

Menurutnya, tidak ada satu pun individu, apalagi sesama jurnalis yang berhak memaksa sebuah media untuk menerbitkan klarifikasi tanpa prosedur yang sah.

"Dia siapa? Mau wartawan TV One atau wartawan senior, tetap tidak berhak menekan redaksi lain. Kami bekerja dengan standar konfirmasi dan verifikasi, bukan atas tekanan dari siapa pun," tegas Andy.

Ia juga mengungkapkan bahwa wartawan NTTNews.net di Ende, Rian Laka, telah mencoba menghubungi langsung Bupati Ende untuk konfirmasi, tetapi pesan WhatsApp tak direspons dan nomor justru diblokir.

Hal itu memperkuat keyakinan Andy bahwa tekanan lewat oknum lain adalah bentuk pengalihan tanggung jawab dari pihak yang sebenarnya berwenang memberi klarifikasi.

"Kalau Bupati merasa dirugikan, silakan hubungi redaksi langsung. Jangan kirim orang lain, apalagi yang datang dengan gaya menekan. Itu bukan etika jurnalistik, tapi gaya politik," tambah Andy.

Baca Juga: Peduli Kasih, Owner IJ Jastip Logistik Surabaya Salurkan Bantuan Untuk Keluarga Tasia di Manggarai Timur

Diduga Gunakan Nama TV One, Reputasi Media Nasional Dipertaruhkan

Yang membuat kasus ini semakin serius adalah dugaan penggunaan nama besar TV One oleh Sylvester Keda untuk memperkuat posisi tawar dan menekan redaksi media lokal.

Dalam percakapan telepon, Sylvester berulang kali menegaskan bahwa ia adalah wartawan TV One yang sedang bertugas memantau pemberitaan terkait ETMC 2025.

Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak TV One yang membenarkan atau membantah keterlibatan Sylvester.

Jika benar nama media besar itu digunakan tanpa izin atau di luar kapasitas resmi, maka tindakan tersebut berpotensi mencoreng citra TV One sebagai lembaga pers profesional yang menjunjung kode etik jurnalistik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X