Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Kabupaten ENDE Mandek 4 Tahun di Polres Ende,Ada Apa?

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Rabu, 19 November 2025 | 07:54 WIB
Ilustrasi foto dugaan korupsi Dana Hibah KONI Ende (Foto: IDN.com)
Ilustrasi foto dugaan korupsi Dana Hibah KONI Ende (Foto: IDN.com)

   Polda NTT untuk mengambil alih Penanganan 

   perkara Tipikor Koni Ende

• Mendesak KPK RI melakukan supervisi dan 

   pengawasan terhadap penegakan hukum Tipikor 

   yang dilakukan oleh Polres Ende bahkan KPK RI 

   bisa ambil alih Penanganan perkara Tindak 

   Pidana Korupsi Koni Ende. 

Siapa Pemeran Utama di Balik Rp2.1 Miliar dana Hibah KONI Ende yang Hilang Arah?

Kini kasus dugaan korupsi dana KONI Ende masih juga belum selesai. Masyarakat Kabupaten Ende menyebut bahwa pihak polres kabupaten Ende tidak serius dalam menangani kasus KONI yang menelan anggaran sebesar Rp2.1 miliar.

Masyarakat kota Ende menuding dan kuat dugaan ada oknum petinggi polres Ende yang terlibat dalam permainan anggaran dana KONI Ende yang mengabiskan uang Negara tanpa ada laporan jelas sebesar Rp2.1 miliar itu. 

Baca Juga: Aktivis Ende Mendesak Kapolri Untuk Ambil Alih Kasus KONI Ende.

Pihak polres Kabupaten Ende juga dituding menyembunyikan hasil audit BPK-RI dengan alasan agar kasus tersebut mengendap lalu menghilang. 

"Pihak Polres Ende hanya beralasan dan menyembunyikan hasil audit BPK-RI. Ini hanya permainan para elit dan hanya alasan saja supaya kasus tetap mengendap sehingga lama untuk memastikan kepastian hukum," Ujarnya 

Yosef Badeoda, Ketua KONI terpilih periode 2025-2029 kabupaten Ende saat diwawancarai Media ini pada jumat (14/10) menegaskan, kalau Musda KONI Ende baru-baru lalu merekomendasikan pemeriksaan Inspektorat terkait dengan penggunaan anggaran hibah sebesar Rp2.1 Miliar. 

"Musda KONI Ende baru2 lalu merekomendasikan pemeriksaan inspektorat terkait dengan penggunaan anggaran hibah utk KONI dari Pemda Ende dalam kepengurusan KONI yang lama. Sekarang lagi diperiksa oleh inspektorat," Tulis Yosef, merespon pesan wawancara yang dikirim Media ini 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X