Bupati juga mencontohkan perkembangan usaha kecil di Kota Ruteng, khususnya usaha penjualan daging babi yang kini semakin bertumbuh.
“Sekarang di kota ini ada sekitar 11 sampai 12 usaha kecil yang menjual daging babi. Orang rela datang dari jauh karena harga lebih murah, timbangan pas, dan kualitas bagus. Ini bukti bahwa lokasi bukan soal utama,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa masalah utama yang sering dikeluhkan masyarakat adalah ketepatan timbangan dan kualitas produk. Karena itu, NTT Mart harus menjadi contoh usaha yang jujur, profesional, dan berorientasi pada kepuasan konsumen.
Bupati Manggarai Tegaskan Komitmen Bersama Sukseskan Program NTT Mart
Lebih lanjut, Bupati Manggarai menegaskan bahwa tugas semua pihak saat ini adalah menyukseskan program yang telah direncanakan dan dijalankan, khususnya di wilayah kota Ruteng.
“Bagian kita sekarang adalah memastikan program ini berjalan. Himbauan saja tidak cukup. Besok ada rapat pimpinan OPD, dan di sana hal-hal teknis harus bisa dikerjakan,” tegas Bupati kepada semua jajaran Pemkab Manggarai yang hadir.
Ia mengakui bahwa dalam pelaksanaan kebijakan terkadang dibutuhkan ketegasan. “Kadang memang perlu sedikit dorongan. Itu bukan untuk memaksa, tetapi untuk memberi semangat kepada teman-teman pelaksana,” ujarnya.
Baca Juga: Gantikan Adis Kadir, Rapat Paripurna DPR Tetapkan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI
Menurut Bupati, setiap inisiatif baru harus ditunjukkan keseriusannya sejak awal. “Sebuah inisiatif harus punya sinar. Kalau dari awal sinarnya terang, orang tidak ragu. Tapi kalau sudah redup sejak awal, akan sulit dipertahankan,” katanya.
Karena itu, ia berharap seluruh pihak memberikan dukungan penuh agar inisiatif NTT Mart dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Bupati Hery Nabit mengingatkan para pengelola NTT Mart agar tetap optimis dan tidak mudah berkecil hati jika muncul kritik atau komentar dari masyarakat.
“Jangan kecil hati kalau ada komentar. Itu bagian dari proses. Yang penting kita jalankan dengan optimis dan terus memperbaiki kualitas, harga, dan pelayanan,” pungkasnya.
Launching NTT Mart UBSP Lembu Nai di SMA Negeri 2 Langke Rembong diharapkan menjadi langkah awal memperkuat pemasaran produk lokal, meningkatkan ekonomi masyarakat, serta membangun semangat kolaborasi antar daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur.