IDENUSANTARA.COM - Kasus dugaan utang yang melibatkan Kepala Bidang (Kabid) Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Nakertranskop & UKM) Manggarai Barat, Maria Agustina Ivony Burhan, kian menjadi sorotan publik. Pejabat yang akrab disapa Ivon Burhan itu diduga tidak bertanggung jawab atas pinjaman uang sebesar Rp37 juta milik seorang warga, Emiliana Janggur, yang hingga kini belum dikembalikan.
Tidak hanya soal utang, kasus ini juga menyeret dugaan adanya tekanan yang dialami Emiliana sebelum transaksi pinjaman terjadi, yang semakin memperkeruh persoalan dan memunculkan pertanyaan serius terkait integritas pejabat publik.
Berawal dari Komunikasi Soal Tenaga Kerja
Dalam wawancara dengan media ini pada Minggu (12/4/2026), Emiliana Janggur mengungkapkan bahwa komunikasi awal dengan Ivon Burhan terjadi pada 10 Juli 2024. Saat itu, Ivon menghubunginya secara tiba-tiba dan menanyakan terkait sistem penggajian tenaga kerja di vila milik Emiliana.
"Dia telepon saya tiba-tiba, tanya soal gaji tenaga kerja. Saya juga kaget, ini dari siapa. Dia bilang dari tenaga kerja," ungkap Emiliana.
Dalam percakapan tersebut, Emiliana menjelaskan bahwa pekerja di vilanya merupakan anak-anak praktik yang sedang menunggu ijazah, bukan karyawan tetap. Mereka bahkan tinggal di lokasi dengan fasilitas makan dan tempat tinggal yang ditanggung.
"Mereka itu anak-anak praktik, tinggal di vila, makan minum saya tanggung. Saya tetap kasih mereka gaji, walaupun bukan karyawan tetap," jelasnya.
Namun, menurut Emiliana, percakapan tersebut tidak berlangsung biasa. Ia merasa ada tekanan terkait kewajiban mengikuti standar Upah Minimum Regional (UMR).
"Nada bicaranya seperti mengawasi, bahkan seperti ancaman. Dia bilang kalau saya tidak ikut UMR, usaha saya bisa ditutup atau didemo," tegas Emiliana.
Ia juga menyebut bahwa Ivon sempat mengirimkan dokumen terkait aturan UMR dan ketentuan dari pemerintah daerah sebagai bentuk penekanan.
"Dia kirim aturan-aturan itu, seperti mau menakut-nakuti. Saya bilang, silakan kalau mau demo, saya tunggu. Karena saya merasa ini sudah seperti pengancaman," lanjutnya.
Dari Tekanan Berujung Permintaan Pinjaman
Beberapa minggu setelah komunikasi tersebut, Emiliana kembali dihubungi oleh Ivon Burhan. Namun kali ini, pembicaraan beralih ke persoalan pribadi.
Menurut Emiliana, Ivon menceritakan kondisi rumah tangganya yang sedang bermasalah, termasuk kesulitan ekonomi dan konflik dengan suami.
"Dia cerita panjang soal rumah tangga. Katanya ekonomi tidak beres, suami bermasalah, sampai bilang hidupnya susah," ungkap Emiliana.
Artikel Terkait
Mengapa Disebut JUMAT AGUNG
Kisah PONTIUS PILATUS: Tokoh di Balik Penyaliban Yesus
Paskah di Gereja Devosional St Yoseph Ruteng: Ajakan Bangkit dari “Kubur Kehidupan”
Uskup Siprianus Hormat Pimpin Misa Ketiga Minggu Paskah di Katedral Ruteng, Bupati Manggarai Turut Hadir
PADA TENGAH HARI, KEGELAPAN MENYELUBUNGI SELURUH NEGERI
Solidaritas dari Katedral Ruteng: Bantuan Mengalir untuk Pembangunan Gereja dan Umat di Momen Paskah
MIMPI YANG MEMBAWA PENGHIBURAN: SEBUAH RENUNGAN KATOLIK