Idenusantara.com-Bagi sebagian orang, jurnalisme hanya berhenti pada kata-kata di atas kertas. Tapi bagi Nardi Jaya, pena bukan hanya untuk menulis penderitaan — ia adalah alat untuk menghapusnya.
Dalam tiga bulan terakhir, jurnalis asal Manggarai Timur ini membuktikan bahwa berita bisa berubah menjadi harapan. Ia berhasil mewujudkan impian empat penyandang disabilitas untuk mendapatkan kursi roda, agar bisa kembali bergerak, beraktivitas, dan merasa dilihat oleh dunia.
Baca Juga: Menuju Kongres dan MPA 2026 Juli Mendatang, PMKRI Ruteng Tegaskan Kesiapan Total sebagai Tuan Rumah
Dari Liputan ke Aksi Nyata
Semuanya berawal dari tugas liputan. Saat berkeliling wilayah Manggarai Timur, Nardi bertemu langsung dengan warga penyandang disabilitas yang hidup terbatas karena tidak memiliki alat bantu mobilitas.
Melihat kenyataan itu, ia tidak bisa hanya menulis. Hatinya tergerak untuk melangkah lebih jauh.
“Jurnalisme bukan hanya tentang memberitakan penderitaan, tetapi bagaimana menghadirkan solusi dan harapan bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Nardi.
Baca Juga: Kisah Mengharukan; Fandi Melawan Infeksi Tulang di Tengah Keterbatasan Ekonomi
3 Kursi Roda dari Donasi, 1 Kursi Roda dari Kolaborasi
Perjuangan Nardi dimulai dari layar ponselnya. Ia menggalang donasi melalui media sosial, menceritakan kisah hidup para penyandang disabilitas dengan jujur dan menyentuh.
Hasilnya, tiga unit kursi roda berhasil terkumpul dari uluran tangan warganet. Satu unit lainnya ia dapatkan melalui kolaborasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur.
Keempat penerima manfaat kini telah tersenyum kembali:
1. Yohanes Rabu – Waelengga, Kelurahan Watu Nggene
2. Senusius Asas – Toger, Desa Golo Ndele
3. Roslin Roing– Mesi, Desa Ranakolong
4. Susana Sau – Desa Mokel
Bagi mereka, kursi roda bukan sekadar alat bantu. Ia adalah simbol kemandirian. Simbol bahwa mereka belum dilupakan.