Idenusantara.com-Memasuki bulan kemerdekaan, semangat berbagi dan gotong royong kembali digelorakan. Hendrik Gabu, selaku Koordinator KOPE KASIH SMPN Satu Atap Munde, Kabupaten Manggarai Timur, menginisiasi agenda sosial untuk membantu anak-anak yatim-piatu dan siswa kurang mampu yang tengah menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Ajakan ini disampaikan Hendrik kepada Sahabat SOLIDARITAS SOSIAL KOMUNITAS dan masyarakat luas sebagai bentuk kepedulian melihat kondisi memprihatinkan sejumlah siswa di SMPN Satu Atap Munde.
Dipelihara Nenek Lansia, Berjuang Demi Sekolah
Salah satu siswa yang menjadi perhatian adalah anak baru yang saat ini tinggal bersama neneknya yang sudah lanjut usia. Sang ibu telah meninggal dunia, sementara sang ayah tidak bertanggung jawab sejak anak tersebut masih kecil.
Dengan keterbatasan fisik dan ekonomi, sang nenek berjuang keras menghidupi cucunya. Kebutuhan dasar untuk sekolah seperti seragam, buku, dan perlengkapan belajar menjadi beban berat bagi keluarga tersebut.
"Kisah ini disampaikan langsung kepada saya oleh pihak keluarga. Melihat kondisi seperti ini, hati saya tergerak. Semoga orang-orang baik bisa berbagi, bukan karena kita punya kelebihan, tetapi karena kita peduli dari kekurangan yang kita miliki," ujar Hendrik Gabu.
Saat ini anak tersebut telah resmi terdaftar sebagai peserta didik baru di SMPN Satu Atap Munde. Tanpa dukungan, keberlanjutan pendidikannya dikhawatirkan terhambat.
Bantuan Pertama Tersalurkan
Panggilan kemanusiaan Hendrik Gabu sebagai pegiat kemanusiaan mendapat sambutan dari orang baik. Pada Senin (27/7/2026), bantuan pertama berhasil disalurkan kepada anak-anak yang membutuhkan. Bantuan berupa buku tulis dan alat tulis diserahkan langsung olehnya.
"Puji Tuhan, ada orang baik yang tergerak hatinya untuk membantu. Lewat saya kebaikan itu akan disalurkan. Akhirnya anak-anak tersebut memperoleh buku dan balpoin," jelas Hendrik.
Berdasarkan pendataan KOPE KASIH, sedikitnya ada 5 orang anak yatim-piatu, 5 orang anak dengan orang tua perantau, dan 1 orang anak dengan orang tua pisah yang membutuhkan perhatian lebih di SMPN Satu Atap Munde.