Manggarai, idenusantara.com - Proyek Perluasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA)/ Broncaptering/ Sumur Dalam Terlindungi PONG LAO Kecamatan RUTENG, di Desa Pong Lao, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT, menjadi sorotan tajam masyarakat.
Proyek yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp578.294.292.00 pada tahun 2024 ini dinilai gagal memenuhi harapan warga.
Pengerjaan yang dilaksanakan oleh CV Surya Indah sejak 14 Juni 2024 mencakup kampung Ngkor, kampung pandang dan kampung kusu. Namun, hingga kini, banyak warga mengeluhkan aliran air yang tidak lancar atau bahkan tidak mengalir sama sekali.
Salah seorang warga Desa Pong Lao yang namnya enggan untuk dipublikasikan mengungkapkan kekecewaannya.
“Proyek ini terlalu paksa untuk dikerjakan, karena debit air sangat kecil. Jadi jangan heran kalau airnya kadang mengalir kadang juga tidak sama sekali. Hingga kini, banyak dari kami belum menikmati aliran air,” ujarnya
Tidak ada asas manfaat
Merasa tak ada nilai manfaatnya, warga lainnya juga menyoroti proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tersebut.
Menurutnya, proyek bernilai Ratusan Juta yang dikerjakan CV Surya Indah dengan sumber dana DAK 2024 diduga tidak sesuai dengan perencanaan dan dikerja asal jadi.
Sebab sampai hari ini masyarakat di beberapa dusun di Desa Pong Lao tidak mendapatkan suplai air.
Terkesan Asal Jadi
Warga mengaku kecewa dengan hasil pengerjaan bak air bersih yang sudah mulai retak dan bocor, menyebut pengerjaannya asal-asalan.
Warga tersebut mengirimkan kepada Ide nusantara beberapa foto dan video yang menampilkan kondisi terkini bak itu.