daerah

Nia Pratiwi Pesankan Talenta NTT Menjelang Panggung Nasional: Ciri Khas Adalah Kekuatan

Jumat, 15 Agustus 2025 | 20:19 WIB
Pakar Komunikasi, Nia Pratiwi sedang memberikan pembekalan kepada empat talenta muda NTT yang akan mengikuti 3 event nasional di IKN (Dok. Ide Nusantara/Gordi Jamat)

Idenusantara.com -Malam Jakarta baru saja reda dari hiruk pikuknya ketika empat anak muda asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjejakkan kaki di ibu kota. Wajah mereka menyimpan semangat dan sedikit tegang, menyadari bahwa dalam hitungan hari, mereka akan berdiri di panggung nasional mewakili provinsi tercinta. Dari kampung halaman yang kaya budaya hingga sorot lampu Ibu Kota Nusantara (IKN), perjalanan mereka adalah cerita tentang mimpi, keberanian, dan kebanggaan membawa nama daerah.

Empat talenta ini akan berlaga dalam tiga ajang prestisius: Putri Pariwisata Indonesia 2025, Putri Bumi Indonesia 2025, dan Putra-Putri Pariwisata Nusantara 2025 yang digelar di IKN pada 16–27 Agustus 2025. Mereka adalah Abigael Kenaru (Juara 3 Putri Manggarai 2025), Vanesa Magung (Juara 2 Putri Manggarai 2025), Bonevantura Saputra Babut, dan Maria Angelica Djandu (Juara 4 Putri Manggarai 2025).

Baca Juga: Kajati NTT Zet Tadung Allo Ungkap Strategi Penegakan Hukum Berkeadilan di Dialog Kebangsaan Sespimti Polri

Tiba di Jakarta pada Rabu malam (13/8), mereka dijadwalkan berangkat ke IKN Sabtu (16/8) dini hari, bergabung dengan 30 provinsi lainnya dalam perebutan gelar dan pengakuan di tingkat nasional.

Sentuhan Terakhir dari Pakar Komunikasi

Menjelang keberangkatan, Jumat (15/8), keempatnya mendapat pembekalan dari Nia Pratiwi, Managing Director Edelman Indonesia dan pakar komunikasi ternama. Dalam sesi ini, Nia menegaskan bahwa di panggung besar, kekuatan utama peserta bukan hanya penampilan, melainkan kemampuan membangun kesan yang melekat di benak audiens.

“Mereka sudah punya dasar komunikasi. Saya hanya memoles dan memperkuat titik-titik kekuatan mereka. Uniknya, ciri khas daerah seperti aksen dan bahasa Manggarai justru bisa menjadi nilai tambah. Kita ingin corak NTT ini keluar,” ujarnya.

Baca Juga: Polisi Sukses Gelar Bazar Gerakan Pangan Murah di Labuan Bajo, 2 Ton Beras Diborong Masyarakat

Menurut Nia, meniru standar komunikasi kota besar justru membuat peserta kehilangan keistimewaan.

“Kalau mengikuti standar kota besar, kita hanya akan jadi satu titik air di lautan. Tapi kalau kita tunjukkan ciri khas daerah, kita akan jadi warna yang menarik perhatian,” tegasnya.

Kepercayaan Diri dan Mental Tangguh

Bagi Nia, percaya diri adalah modal yang sama pentingnya dengan kecakapan berbicara. Cantik, katanya, punya banyak versi: cantik luar dalam, cepat tanggap, dan mampu berpikir jernih di situasi menekan.

Baca Juga: Polisi Gelar Gerakan Pangan Murah di Labuan Bajo

Ia juga melatih peserta menghadapi kritik, baik dari juri maupun sesama kontestan, dan mengubahnya menjadi bahan penguatan.

“Yang bisa kita kontrol adalah sikap kita saat berbicara. Bahkan pertanyaan yang tidak relevan bisa jadi peluang untuk menyampaikan pesan yang sudah disiapkan,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini